Pagi ini Sachiko bangun seperti biasanya. Pukul setengah empat pagi sudah terbuka lebar mata itu dan tak akan bisa menutup lagi. Semenjak bekerja di restoran dan pulang sampai rumah pasti setengah dua belas, tidurnya hanya berkisar tiga jam saja. Selain kasur dan kamarnya tak senyaman dahulu, dia juga membantu orang tuanya untuk siap-siap berjualan warteg. Namun ada yang berbeda dari pagi ini. Sachiko tak mendengar suara Mamanya yang biasanya sudah bersiap hendak ke pasar untuk belanja sayur dan lauk. "Apa Mama udah ninggalin aku?" gumamnya. Sachiko sudah berpesan agar selalu mengajaknya jika belanja untuk memasak jualan di warteg. Dia ingin belajar agar bisa membantu orang tuanya dan tidak menjadi beban keluarga saja. Sachiko pun beranjak meninggalkan kasur berisi kapuk yang sudah tera

