Waktu pun terus bergulir maju. Sudah dua minggu berlalu, Sachiko pun diangkat menjadi pelayan biasa setelah lulus dari masa training. Selama kurun waktu itu dirinya tak diganggu atau bertemu Alvito. Entahlah, dia tak ingin terlalu banyak memikirkan pria itu. Memang manusia selalu silih berganti, datang dan pergi sesuka hati. Dia mencoba tak terlalu dibawa hati saat terakhir kali Alvito mengatakan kalimat manis padanya. Walaupun tak bisa dipungkiri jika sedikit ada memikirkan pria itu. Hari ini Sachiko tak ada kelas untuk kuliah ataupun praktikum. Pagi harinya juga sudah membantu Mamanya berjualan. Sehingga siang ini dia rebahan di kasur seraya membuka ponsel dan melihat tanggal di layar. "Empat minggu lagi harus membayar uang ujian tengah semester," gumam Sachiko. Dia menghitung biaya ya

