Mama Klarika sudah menunggu kepulangan Alvito sedari tadi. Dia harus mengadukan perbuatan Sachiko yang sudah kurang ajar dengannya agar putra tercintanya berpikir dua kali untuk menjalani hubungan yang serius dengan seorang wanita yang tergolong dalam ekonomi rendah tapi gaya selangit. Berani menentang perintahnya, bahkan meminta uang yang nominalnya sangat banyak. Tentu saja wanita yang sudah melahirkan seorang Alvito Aparicio tak bisa tinggal diam. Entah bagaimana hidup putranya itu ke depan, jika sampai memiliki seorang istri yang dianggap bar-bar dan tak ada sopan santun pada orang tua. Deru kendaraan roda empat yang berhenti di depan gerbang rumahnya itu membuat Mama Klarika segera keluar. "Biar aku aja, Mbok," ucapnya pada pembantu rumah tangga yang hendak membukakan gerbang. Mama

