Saat Akbar memasuki kamar adiknya yang kini penuh dengan hiasan dan rangkaian bunga serta menampilkan pemiliknya yang kini duduk diam sambil menekuri kukunya sendiri yang selalu dipotong pendek namun tetap terawat dan sehat, pria itu merasa tenggorokannya sedikit tercekik. Dalam bayangannya selama bertahun-tahun, Kenanga kecil selalu menjadi teman mainnya yang tidak pernah protes atau marah saat dijadikan korban kejahilannya. Kenanga memang akan berteriak, namun setelahnya ia akan bergelayut manja dipunggung Akbar demi sebuah permen atau sebuah kue cucur, ia selalu lupa telah menjadi korban abangnya yang paling jahil sedunia. Akbar juga masih ingat ketika Kenanga beranjak SMP, ia memotong pendek rambutnya karena selalu diganggu serombongan lelaki yang selalu menggodanya. Ketika muncul

