Anggie dan Raihan tiba di hotel tempat resepsi diadakan sekitar pukul dua lewat. Saat mereka masuk suasana ballroom hotel penuh orang yang sedang bersalaman dengan pasangan pengantin yang berdiri sumringah di atas pelaminan sambil diiringi musik koplo berbahasa Jawa yang membuat Anggie tertawa terkikik-kikik karena geli setelah tahu apa lirik yang sedang dinyanyikan oleh dua orang perempuan yang pernah mereka temui di sebuah minimarket beberapa bulan lalu. "Itu dua orang yang suka sama mas Raihan juga, kan?" Tanya Anggie tanpa ragu menunjuk ke arah panggung tempat Kia dan Caca, sahabat Jasmine sedang berjoget dengan edannya. Raihan menatap mereka berdua dengan bingung. Nyaris tidak mengenali keduanya dibalik seragam kebaya ketat namun bertindak sangat tidak anggun. "Kayaknya iya. Agak

