"Ibu Kenanga kenapa diam?" Suara Raihan yang sedang menyetir mobil menyadarkan Anggie dari lamunannya. Mereka sedang dalam perjalanan kembali dari pesta resepsi Jasmine dan Rhein. Anggie yang tadinya terlihat lesu, langsung menegakkan tubuhnya ketika menyadari bahwa mereka sudah melewati tiga perempat jarak perjalanan menuju rumah Anggie yang berada dipinggiran Jakarta, perbatasan antara Jakarta Selatan dan Tangerang. "Tiba-tiba ngantuk." Anggie memberi alasan. Padahal ia jelas tidak mengantuk. Namun agar Raihan tidak curiga, ia sengaja menguap berkali-kali. "Sebentar lagi, ya." Kata Raihan dengan lembut. Anggie mengangguk. "Mas," Panggil Anggie. "Iya, kenapa?" "Kenal Jasmine dimana?" Anggie sebetulnya tidak ingin membahas hal itu, namun satu bagian dalam dirinya terus-terusa

