17 A Anggie Minder

1154 Kata

Anggie kembali ke rumah menjelang pukul sepuluh malam, diantar oleh Maiza yang menggunakan motor matik besarnya. Untunglah helm milik Esih tertinggal di kantor, sehingga Anggie bisa meminjamnya, jaket dan helmnya tertinggal di rumah sakit karena dititipkan pada Raihan. Maiza mengantarkan Anggie sampai ke pintu rumah, dimana sang emak sudah duduk menunggunya. Saat melihat Maiza yang tersenyum penuh harap pada Anggie, emak mendesah. "Emak cantik apa kabar?" Tanya Maiza sambil mencium punggung tangan wanita itu saat mereka sudah mencapai pintu. "Baek, Za. Dari ngajak Anggie jalan?" Tanyanya. Maiza segera mengangguk, sementara Anggie langsung memilih duduk disebuah kursi tanpa memandang wajah emaknya. "Pa kabar mami lu?" Tanya emak Anggie lagi. "Mami baek, mak." "Titip salam, buat mami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN