Anggie merasakan kepalanya sakit dan berdenyut-denyut terasa tidak nyaman hingga ia membuka matanya. Hal yang pertama kali ia temukan adalah langit-langit terang yang tidak ia kenali. Matanya masih menerawang ke berbagai arah saat rasa perih kemudian membuatnya mengaduh. Suara itu membuat seseorang yang berada di sampingnya kemudian bergerak mendekat. "Anggie sayang, udah sadar?" Anggie berusaha menoleh namun kepalanya terasa berat, ia tidak sanggup melakukannya, sehingga lirikan matanya saja yang kemudian menjelajah ke arah sumber suara. Siti Syaripah, emaknya berada di sana menatap Anggie dengan mata memerah dan basah. "Anak perawan emak udah sadar, neng?" Air mata wanita itu jatuh lagi, padahal sudah sejak tadi ia berusaha tidak menangis, berusaha untuk kuat sejak dikabarkan tenta

