"Mas bisa halalin Anggie?" Kata-kata yang barusan terucap dari bibir gadis itu, lalu melesat masuk dalam gendang telinga Raihan, membuat pria itu sejenak terpaku. Ia bahkan tidak sempat mengedipkan mata dan menelan nasi yang sempat mampir ke mulutnya, malah nasi itu langsung meluncur ke dalam tenggorokan tanpa sempat digilas oleh gigi geliginya. Akibatnya sudah bisa ditebak, Raihan batuk-batuk dengan hebat. "Lho? Lho? Mas Raihan keselek?" Dengan panik Anggie menepuk punggung Raihan. Setelah dua tepukan ia langsung meraih satu gelas air dan mengangsurkannya pada pria itu. "Minum dulu." Suruhnya. Raihan menurut. Sambil tersenggal-senggal ia menghabiskan satu gelas penuh berisi air putih. Setelahnya, ia meletakkan gelas kosong itu ke atas meja sambil melirik Anggie yang masih menatapnya

