Bab 50. Status Baru

1134 Kata

"Cerai?" Saka masih terdiam di tempat duduknya usai mendengar pembicaraan mereka tadi. Otaknya masih penuh dengan pertanyaan, mengapa harus bercerai? Bukankah sudah tidak ada lagi yang membuat hubungan mereka renggang. Lantas, apa ini? Saka tidak tahu apakah ia berhak bertanya atau tidak. Namun, dikungkung rasa penasaran juga bukan hal yang mudah. Ia tak tahu harus bereaksi bagaimana. Sedihkah atau harus senang karena pada akhirnya ia mempunyai kesempatan untuk dekat dengan wanita itu? Pria itu itu mengurut kening seraya terus memperhatikan ruang kontrol. Tak lama, Dokter Steve datang dan masuk ke ruangannya. Saka masih memperhatikan pria itu. Namun, sepertinya hari ini semua tampak berjalan dengan lancar. Sementara itu di pengadilan agama, Sania dan Pram telah selesai mendaftarkan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN