"Aku akan pergi ke rumah sakit dulu. Kamu siapkan yang lainnya, ya," kata Pram pada Sania. "Ya, Mas." Wanita itu mengiakan. Ia melepas sang suami pergi ke rumah sakit demi menjemput Sehan yang sudah baik-baik saja. Perjalanan hanya memakan waktu beberapa menit. Sampai akhirnya, Pram sampai di parkiran rumah sakit keluarganya. Saat itu, Pram memilih memutar melewati koridor kanan demi pergi ke laboratorium. Ia ingin bertanya mengenai hasil tes darah sang putra yang sempat ia pungut dari tong sampah usai Sela membuangnya. Pram ingin tahu apa isi dan penjelasannya. Usai sampai di depan ruangan itu, ia mencoba mengetuk pintunya. Namun, tidak ada jawaban. Sampai akhirnya, seorang suster datang menemui pria itu. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanyanya. "Oh, ya. Apakah tidak ada oran

