Jangan-jangan?

1002 Kata

"Yank, kok masih di sini?" Maira sontak berbalik saat Arman datang dan menepuk pundaknya pelan. "Eh, ini... A-aku..." "Aku apa, Yank? kenapa?" tanya Arman, mengerutkan keningnya menatap sang istri. Ingin sekali Maira membahasnya sekarang. Tapi, dia sadar, jika saat ini masih ada pemilik kedai diantara mereka. "Kamu sudah selesai?" tanya Maira, mengalihkan pembicaraan. "Sudah.. Kamu belum makan, ada apa?" "Aku tidak kenapa-napa," jawab Maira. "Bu, kami ke meja dulu. Terimakasih!" Pamit Maira, menarik tangan Arman menjauh. Saat keduanya sudah duduk di meja mereka. Arman kembali menanyai tingkah aneh Maira. Ekspresi wajahnya masih tegang. Bulir keringat juga tampak di pelipisnya. "Kamu kenapa, hum? Ada masalah apa? Kenapa kamu tegang begitu?" Untuk sejenak Maira berpikir. Apa d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN