Arman bikin emosi

1069 Kata

"Kenapa sih, Yank? Kenapa mukanya seperti itu? Kamu tidak senang, kalau kita pulang ke rumah sendiri?" Arman mengambil posisi berjongkok di depan Maira yang kini duduk di tepi tempat tidurnya. Baru beberapa jam tiba di rumah mereka sendiri. Maira mulai terlihat uring-uringan. Suasana hatinya kian memburuk, kala Arman yang baru saja sampai, langsung berlari menuju area belakang rumahnya. "Kalau iya, kenapa? Aku rasa, cuma kamu yang senang. Senang kan melihat ayam-ayam kamu itu?" sahut Maira, ketus. Bukannya merasa bersalah atau mengakui dirinya salah. Arman dengan cepat menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum sumringah. "Kamu tau, Yank, anak-anak ayam yang kemarin kita tinggalkan, sudah mulai besar. Aku juga sudah memberi nama untuk ke tujuh anak ayamku," Maira memutar bola matan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN