Helen mengembuskan nafasnya kasar, hari ini hasil dari tes identitas keduanya akan keluar. Helen sudah menunggu hasil tesnya selama dua bulan, di saat teman-teman di sekolahnya mendapatkan hasil tes identitas mereka di hari ulang tahun ke 15, Helen harus ikut pemeriksaan massal gratis karena tidak memiliki uang.
Helen bukan orang kaya, bukan juga orang yang memiliki keluarga. Helen hanya anak yang besar di panti asuhan dan hidup berkecukupan dari hasil kerja kerasnya sendiri dalam belajar dan berkarya.
Arlan dengan lelah menggerakan kepalanya mengikuti pergerakan Helen yang sejak tadi mondar mandir di depannya. "Heleeeeeeen." Arlan merengek, tangannya yang baru tumbuh otot-otot halus menarik tangan Helen untuk duduk di kursi di sebelahnya.
Helen cemberut, kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Arlan, tidak peduli dengan tatapan para ibu-ibu yang memperhatikan mereka sejak tadi. Mereka sedang berada di ruang tunggu untuk mengambil hasil tes milik Helen.
"Kalau aku Omega gimana, Lan?" Helen bertanya, mengangkat kepalanya dan menatap Arlan dengan lesu.
Arlan terlihat berpikir sejenak, "Kalau gitu, aku emang di takdrikan buat lindungin kamu?"
"Ish!" Arlan terkikik saat Helen memukuli lengannya. dengan kencang.
Arlan dan Helen mengikuti tes di hari yang sama, namun hasil tes Arlan keluar sehari lebih awal dari hasil tes Helen. Dan terkejutnya Helen saat mengetahui kalau Arlan adalah seorang Alpha! Arlan yang Helen kenal adalah seorang pria paling penurut, paling halus dan paling penyabar baginya, Helen sudah mengira Arlan pasti seorang Beta, tap ternyata Arlan adalah seorang Alpha!
"Aku harus jadi Alpha, Lan. Atau paling enggak aku ini Beta." Helen menunduk.
Sejak masih kecil Helen paling tidak mau menjadi seorang Omega, Ibunya adalah seorang Omega, dan dia di usir dari desanya karena merupakan seorang janda dan Omega. Mereka berdua harus banyak menderita hanya karena identitas ibunya yang merupakan Omega dan janda. Tidak ada yang mau mempekerjakan Ibunya, karena menurut orang-orang Omega hanyalah sosoklemah dan tidak bisa di andalkan. Sampai akhirnya Ibunya meninggal karena sakit dan tidak ada yang mau membantu.
Tapi Helen berbeda, Helen jago bela diri (karena Arlan mengajarkannya), Helen jago olahraga, sejak SD selalu menjadi ketua kelas dan murid paling pintar satu sekolah. Semua orang sudah mengantisipasi kalau Helen akan menjadi seorang Alpha wanita.
Tapi hari itu, saat namanya di panggil oleh dokter. Helen tahu dunianya tidak akan seindah yang dia perkirakan.
Nama: Helena
Jenis kelamin: Wanita
Identitas: Omega
Yang Helen ingat sebelum jatuh pingsan hanyalah wajah panik Arlan, tubuhnya yang memanas dan feromon yang tercium seperti rasa khawatir yang pekat.