03.rencana

1363 Kata
Tapi,bagaimana jika Sam malah menolaknya dan mengadukan hal ini pada Mika?argh...kenapa se pusing ini? Zee terus saja memikirkan tentang bagaimana dia memulai hari nya besok ,yang akan di ekori oleh kakak iparnya,kemanapun dia pergi. oh..shit membayangkan saja sudah enggan,bagaimana jika menjalankannya?Mika benar benar licik menggunakan cara yang jelas tau, Zee tidak menyukainya,Mika sangat paham adiknya membenci kakak iparnya, namun,dengan entengnya bicara begitu padanya. benar benar! Setelah lelah mondar mandir tidak jelas sambil menggigit ujung kukunya,akhirnya dia menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk,merasakan frustasi yang tak berujung belum ada solusi apapun yang dia dapatkan didalam otak pintarnya,kecuali memang harus dirinya minta bantuan pada Sam secara diam diam. . . . Suara ketukan,berhasil membangunkan dirinya dari mimpi indahnya,siapa lagi pelakunya jika bukan Mika. yaampun..mengingat hal buruk yang akan dia hadapi mulai hari ini,lebih baik dia tidak perlu bangun sekalian,biarkan dia tertidur saja menikmati mimpi mimpi yang indah tanpa ada pengganggunya. Dia menyibak selimutnya malas,masih menggunakan baju yang sama dengan semalam,dia tidak ingat jam berapa tertidur. Hoam...Zee menguap seraya bangkit dari tempat tidurnya,menggaruk kepalanya yang gatal karna belum keramas. "aku masuk ya!"sedetik setelahnya,pintu kamar terbuka lebar,dan Mika tersenyum melihat adik kesayangannya itu telah bangun dan sedang membuka tirai kamarnya tumben,pikirnya. bahkan Mika lupa,kapan terakhir kali Zee membuka jendela kamarnya sendiri,karna akhir akhir ini Zee sering bangun kesiangan dan Mika lah yang melakukannya. "segera lah mandi dan siap siap!Sam sudah menunggu mu, dia ada meeting penting pagi ini,kau punya waktu dua puluh menit untuk bersiap,kamu dengar sweety?" mata Zee membulat sempurna ,apa katanya?dua puluh menit?ini bahkan masih jam enam jika Mika menyadarinya, dan soal meeting?tidak masuk akal sekali mengadakan meeting sebelum jam kantor di mulai, Zee mengangguk pasrah,kemudian Mika keluar menutup pintu kamar itu kembali. oh...baiklah Sam,rupanya dia mengibarkan bendera perang ya? . . . "baguslah,kamu siap lebih cepat dari perkiraan ku,ayo!"ajak Sam kepada Zee yang masih menganga. Lihat!bahkan Zee belum menyentuh sarapannya pagi ini,namun apa?dia dipaksa mengikuti langkah Sam menuju mobil,dan Mika?hanya tersenyum saja melihat tingkah suaminya ini. dasar b***t! selama diperjalanan,tak henti hentinya gadis itu mengumpat dalam hatinya,Mika bilang Sam terburu buru karna harus mengadakan rapat penting pagi ini,setelah mengantarnya ke kampus,maka dari itu Zee harus mengalah , berangkat lebih pagi dari biasanya. lalu apa yang terjadi sekarang?ternyata kakak nya mengerjai nya,terbukti dengan jelas saat Sam tidak mengenakan pakaian kantor ,melain kan piyama. bahkan Zee rela,meninggalkan sarapannya demi ini,Benar benar kurang ajar,berani beraninya mereka ber konspirasi menipunya ,tidak tahukah mereka ada cacing yang meronta kelaparan akibat ulah mereka?huh! "berhenti memandangku seperti itu,aku tau aku memang mempesona"atensinya tak bergeser sama sekali,membuat Zee berdecak. "ck,kalau kamu ingat,aku satu satunya gadis yang tidak tertarik padamu dari sekian banyak yang terpesona melihatmu" "jadi kamu mengakui, jika banyak yang terpesona padaku?wah.. aku tersanjung mendengar pujian mu, adik ipar" Zee kembali berdecak,ini lah mengapa dia malas jika harus berurusan dengan Sam,tensi darahnya akan terus meningkat dan jelas tidak baik untuk kesehatannya,namun apa daya jika Mika yang sudah memaksanya begini?mau tak mau mereka akan terus menempel seperti benalu. perintah Mika adalah prioritas untuk Sam,dan ya...akhirnya Zee pun kalah ketika pria itu turut memaksanya,dua lawan satu,huh! tiba tiba mobil yang dikendarai Sam berhenti dipinggir jalan,yang ramai oleh penjual makanan. Zee menelan ludah ketika melihat gerobak makanan berjejer rapi di pinggir jalan dia terus saja memandanginya dalam mobil. dia benar-benar lapar dan oh...dia tidak tahan lagi untuk segera mengisi perutnya,semua makanan dihadapannya kali ini sangat menggugah selera. sekian lama memandangi penjual makanan yang tidak membuatnya kenyang,tiba tiba... "makanlah!"Sam menyodorkan sekotak Styrofoam lengkap dengan kerupuk dikantong plastik, "untuk ku?"tanya nya dengan mata berbinar "untuk siapa lagi memangnya?"seraya menutup pintu mobil dan menghidupkan mesin,melajukan kembali roda empatnya membelah kerumunan lalu lintas di jalanan. "terima kasih" gadis itu membuka Styrofoam antusias,kemudian menyuap bubur kedalam mulutnya dengan tergesa ,nikmat sekali batinnya ,kini perutnya tidak terasa perih seperti tadi. "hati hati kalau makan!" "ternyata kau perhatian juga,kakak ipar!"jawabnya riang,lalu menyuapkan kembali buburnya kedalam mulut mungil itu,ternyata pria menyebalkan seperti Sam ini punya sisi baik juga,pikirnya. "bukan padamu,tapi pada mobilku,awas saja mobilku kotor karna bekas makanan mu!" membuat Zee hampir menyemburkan makanannya ,namun tidak jadi,mengingat betapa kejamnya Sam memberi hukuman,jika Zee benar benar mengotori mobilnya. Baru saja dia melayangkan pujian terhadap kakak iparnya,nyatanya pujian itu salah sasaran,dari segi manapun Sam tetap menyebalkan. mengingat sebulan lalu,Zee harus rela capek capek mencuci mobil Sam dengan tangannya sendiri,karna akibat percikan air lumpur dari ban mobil miliknya mengenai sisi kanan mobil kakak ipar nya. tega sekali bukan? Sam memperhatikan styrofoam yang sudah tandas isinya,diremas hingga remuk lalu dimasukkan ke tempat sampah mobil. "kenyang?"tanya Sam Zee mengangguk sambil meneguk air mineral botol ditangannya. "aku masih punya hati nurani,kalau kamu tahu!.Tidak seperti yang ada di otak kecil mu itu!" benar benar pria menyebalkan batin Zee. "memang kau tau apa yang ada didalam pikiranku?sebaiknya tidak usah sok tahu!" "baiklah aku akan jawab salah satu dari sekian pertanyaan dalam otakmu,yang menyuruhku sepagi ini mengantarmu adalah keinginan Mika,kalau kau paham,aku tidak mungkin berada disini kalau bukan karna permintaannya" Zee memutar bola matanya,jengah. "iya aku tahu!" "baguslah,jika kau tahu.Sekarang turun!" "apa?" "turun!kau tidak lihat,kita sudah sampai"Sam menunjuk dengan dagunya Zee menoleh ke sisi kiri ,ah ya..dia sudah sampai di depan ITS "tapi sebelum turun,aku ingin bicara padamu kak,bisa kah?" untuk pertama kali nya Zee bersikap manis dan manja pada Sam,membuat Sam bergidik ngeri. Dia yakin Zee punya rencana ,karna Zee bukan tipe gadis yang mudah pasrah menerima aturan yang di berikan oleh siapapun kepadanya. "baik,bicaralah!" "sebenarnya aku tidak setuju jika kakak memintamu selalu mengantarku kemanapun aku pergi,kau tau kan aku tidak suka dekat dengan mu?"ucap Zee tanpa basa basi Sam berusaha mengatur nafasnya,mulut Zee memang terlalu licin,benar benar "lalu,apa rencana mu?" "jadi .." . . . Zee melangkah kan kaki menyusuri koridor melewati beberapa ruangan untuk mencapai pintu kelasnya. Wajahnya sangat masam dan tidak bersahabat,suasana hatinya mendadak mendung, untuk itu,dia menghindari Destian maupun Arga sementara waktu,dia tidak ingin menambah beban dengan pertanyaan yang di lontarkan kedua sahabatnya itu, dan baru saja dia memasuki kelas ,apa yang ingin dia hindari justru teronggok manis didepan mata,dua manusia itu ternyata sedang adu panco disana,hah melihat mereka bertingkah absurd menambah kekesalannya secara otomatis. "kenapa kamu cemberut?"tanya Destian yang menyadari Zee berada diambang pintu. gadis itu melangkah dan menduduk kan bokongnya kasar di bangku nya. "apa lagi yang kakak ipar mu lakukan?"tanya Arga,mereka sudah paham betul faktor utama Zee merasa kesal adalah ulah Sam. Zeeya tak kunjung mengeluarkan suaranya,membuat kedua temannya saling mengedikkan bahu. "begini" sontak mereka berdua menatap fokus kearah Zee yang mulai berbicara "aku sedang di hukum oleh kak Mika" "then?" "hukumannya adalah,kemanapun aku pergi maka aku harus minta antar pada kakak ipar,sungguh menyebalkan,bukan?merenggut kebebasan seorang remaja" "wuuuuu....your sister loves you so much,Bebe" "ya..seperti yang kalian tahu,tapi ini sangat berlebihan!" **** Disisi lain,Sam melajukan mobilnya menuju arah pulang,dia terkekeh sendirian mengingat ulah adik iparnya tadi. berani beraninya Zee bernegosiasi kepadanya. memangnya,Sam dengan mudah menerima nya begitu saja? tidak,justru Sam mengerjai adik iparnya,apa salah nya sesekali mengerjai Zee yang terus saja merepotkan selama ini ? "lalu,apa rencana mu?" "jadi,aku ingin kamu merayu kakakku agar dia berhenti menghukum ku" "lalu,keuntungan buatku apa?"Sam menaikkan sebelah alisnya "aku akan melakukan apapun perintahmu,aku janji!"sambil mengangkat kedua jarinya ke udara. "kau serius dengan kesepakatan ini?"tanya Sam memastikan kembali. "sangat serius,seperti yang kamu tahu, aku tidak senang bertemu dengan mu. apalagi itu akan terjadi setiap saat,tidak bisa kubayangkan nantinya bagaimana,mungkin wajahku akan menua dalam waktu singkat nantinya"jawabnya seraya memegang kedua pipinya timbul seringai jahat terukir dari bibir Sam. "kita akan menjemput Miller nanti!"tukas Sam "apa hubungannya?"tanya Zee penasaran. "kau tau kan?sejak kondisi Mika semakin melemah ,Miller terpaksa diurus oleh ibuku karna tidak ingin membuat Mika kelelahan.Bagaimana,jika sekarang kau yang mengurusnya?mulai dari dia bangun tidur hingga kembali tidur,deal?" "hah?apa kau gila?kau pikir aku baby sitter ?kesepakatan macam apa ini?enak saja!" emosi Zee memuncak,bisa bisanya dia dibebankan tugas berat begitu,mengurus dirinya saja susah apalagi mengurus keponakannya yang masih berusia tiga tahun itu,bukan zee tak sayang,tapi dia belum sanggup mengurus balita. "jika kau menolak,kesepakatan batal kalau begitu,toh yang butuh kan kamu,bukan aku!"ujarnya jual mahal. "jangan begitu dong,apa tidak ada syarat yang lain?" "tidak ada,aku akan menunggu jawabanmu segera, sekarang turunlah!aku akan segera ke kantor" tentu saja,membuat ekspresi Zee seperti tadi adalah hal menyenangkan baginya, Bersiaplah setelah Samudra dinobatkan sebagai bodyguard dadakan untuk Zee!maka Sam,akan memberi banyak pelajaran karna Zee sangat merepotkan nya selama ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN