"Nah, untuk sekarang diamlah disini sebentar ya Sayang..... Kakak akan panggilkan Ayah agar dia tahu bahwa Luciel baik-baik saja. Umm.... Jika kamu butuh apa pun katakanlah hal itu pada boneka di tanganmu ini. Mungkin sulit untuk dimengerti tapi dia adalah servantmu sejak kamu masih kecil. Jadi, tolong diam di sini sampai Kakak kembali mengerti?" ujar Liffus beruntun sambil menyerahkan Millie, nama boneka Luciel yang dulu untuk dipegang oleh anak manis itu. Luciel bahkan tidak menolak, dia hanya mengangguk pelan dan diam saja saat Liffus mendudukannya di tempat empuk yang Luciel tebak adalah ranjang. Dia masih diam saat terdengar suara pintu ditutup dan keheningan mulai menyapanya. Siapa sebenarnya kakaknya ini? Kenapa mereka bisa sampai di tempat lain dalam waktu sesingkat tadi? Kenapa k

