"Apa yang kamu lakukan hmm?" tanya Liffus lembut saat menemukan adiknya tengah duduk manis di ranjang tanpa bergerak sedikit pun. Ini adalah hari kedua Luciel tinggal di Hellain, dan dia masih terdiam tanpa mau bergerak sedikit pun dari tempatnya tidur semenjak terbangun. Dan tentu saja, hal itu membuat rasa bersalah Liffus tumbuh semakin besar karena dia takut karena kata-katanyalah Luciel terdiam dan hanya menoleh kosong saat seseorang mencoba bicara dengannya. Luciel binggung harus bagaimana sekarang. Dia ingin adiknya yang dulu kembali, memeluknya erat setiap bertemu dan manggilnya dengan sebutan 'Kakak'. Liffus mendesah pelan. Rasanya tidak adil baginya membandingkan Luciel yang dulu dengan Luciel yang sekarang. Karena bagaimanapun juga dialah dalang bagaimana adiknya bisa berubah m

