"Pak, perwakilan dari Dream Group sudah menunggu di ruang rapat." Seorang pria tampan yang sebelumnya tengah memperhatikan hiruk pikuk Kota dari jendela besar di ruangannya berbalik begitu mendengar suara sekertarisnya. Wajah tampannya ditutupi oleh raut datar, dia mengangguk tanpa mengatakan apapun lagi. Seketaris wanita itu segera undur diri begitu mendengar jawaban tanpa suara dari pimpinannya. Pria tersebut sejenak menatap lagi keramaian Kota, terdiam, mengingat betapa kesepiannya dia di Kota sesak ini. Suara sepatunya menggema begitu dia keluar dari ruangan. Setiap pegawai yang melihatnya lewat segera menunduk, hingga akhirnya pria itu sampai di ruang rapat yang dituju. "Maaf saya terlambat," ucapnya singkat. Dia duduk di kursinya, mulai saling bertukar pembicaraan sampai akhirnya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


