Liffus membuka matanya saat sadar sang adik tidak ada di kamarnya. Liffus baru saja kembali dari Hellain, kembali menjalankan kewajibannya sebagai seorang Putra Mahkota membantu sang ayah memerintah negara, Lucifer. Saat Liffus berteleportasi kembali, Luciel sudah tidak bergelung dalam kasurnya. Hari sudah pagi, Liffus tahu Luciel-nya pasti telah berada di ruang makan untuk sarapan. Anak itu masih manusia sekarang, butuh makan dan tidur layaknya manusia biasa. Prang Liffus menuruni tangga dengan cepat untuk melihat wajah Luciel yang selalu lembut dan polos kini diliputi oleh amarah. Tidak biasa, sangat tidak biasa. "AKU INGIN KAK LIFFUS SEKARANG JUGA!" Bentak Luciel keras. Gin terlihat berusaha menenangkannya, dibantu Yuka dan Yuras. Tidak bisa. Dengan kekuatannya Luciel malah menahan

