S2 - 17

1385 Kata

Darah. Lagi-lagi Luciel hanya melihat darah dalam mimpinya. Darah yang sangat banyak, melumuri seluruh tubuhnya dengan bau yang sangat memuakkan. Tidak ada siapa pun di sana. Hampir tidak ada lebih jelasnya, karena ada satu sosok yang berdiri dengan tegap dalam ruang hampa berwarna merah tersebut. Yuta. Luciel memang tidak mampu melihat dalam dunia nyata. Dia tahu ini dunia mimpi karena matanya dapat melihat dengan jelas disini, walaupun yang dia lihat selalu warna merah pekat. Luciel tahu orang di depannya adalah Yuta, entah darimana. Dia tidak bergerak. Tidak tersenyum. Tidak bicara. Hanya memandang kosong Luciel yang terkejut kelihat kehadiran temannya itu dalam mimpi buruk. Luciel berlari mendekati Yuta yang tetap diam ditempatnya. Tidak ada detak jantung disana, namun Luciel dap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN