S2 - 10

983 Kata

Liffus mengerang pelan saat cahaya yang menganggu menusuk matanya dengan begitu kejam. Tubuhnya terasa berat, dia yakin seseorang tengah menindihnya sekarang. Liffus hafal bau ini, dan matanya segera meneduh saat tahu Luciel lah yang tengah tidur sambil memeluk dirinya. Wajahnya penuh lelehan air mata. Sepertinya anak itu baru saja selesai menangis beberapa saat yang lalu. Liffus sedang asik mengusap pelan wajah adiknya, sebelum sebuah suara menginterupsi kegiatannya. "Dia baru saja tidur Liffus. Berhenti menganggunya atau dia mungkin akan terbangun." Harris berdiri di sana, dengan Gin yang mengekor di belakangnya. Yuka dan Yuras juga ada disana, tersenyum kecil saat tahu akhirnya Luciel tertidur juga. Lelaki itu sejak terbangun dari pingsannya histeris untuk segera menemui kakaknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN