Mata Gin terbuka perlahan-lahan. Rasa sakit langsung mendera sekujur tubuhnya. Gin menatap sekitar dengan linglung. Ini adalah kamarnya di istana sebagai Bilfeth, komandan tertinggi pasukan Yang Mulia Lucifer. Gin menatap kosong ranjangnya. Jadi dugaannya selama ini benar? Dia merupakan iblis yang tega membunuh kaumnya sediri? Bagaimana Gin akan menampakan wajahnya setelah ini? Dia kini ingat masa lalunya. Namun disaat bersamaan dia juga ingat saat-saat yang ia habiskan sebagai manusia. Dia merupakan Gin dan Bilfeth di saat yang bersamaan. Ah, dia ingat. Jika dia di sini maka di manakah Nero? Dia ingat lelaki itu meminta Yang Mulia Lucifer untuk menjatuhkan hukuman yang seharusnya Gin terima kepada dirinya sendiri. Dengan segenap kekuatan Gin mencoba untuk keluar kamar. Namun, di depan

