"Kalian pergi ke konser nya jam berapa?" tanya Stacy yang sedang duduk di meja makan.
"Jam setengah tiga kita berangkat ke Optus Stadium, lalu kita antri untuk masuk ke dalem yang pasti banyak orang dan sebisa mungkin Haga sama Adisa dapet tempat yang paling depan," jelas Haga lalu ia duduk di sofa dan menyalakan televisi.
"Nanti kita jalan kaki aja ya Ga? Deket kan?" tanya Adisa yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Boleh, jadi nanti Mommy sama Daddy jalan-jalan sendiri aja. Haga dan Adisa akan pulang dengan selamat kok Mom,"
"Okey, nanti Mommy sama Daddy mau main ke rumah Om Dave dan Tante Colline,"
"Okey Mom," balas Haga kemudian Adisa ikut duduk di sampingnya.
"Yuk kita makan," ajak Benjamin yang baru keluar menggunakan kemeja abu-abu dan celana panjang berwarna hitam.
"Okey Dad,"
Mereka berempat kemudian keluar dari kamar hotel tersebut dan berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai paling atas untuk menyantap makanannya.
Setelah sampai di rooftop, mereka berempat langsung berjalan menuju ke sofa bundar yang berada tepat di tengah-tengah rooftop tersebut dan langsung memesan makanan untuk mengisi perut kosong mereka.
"Sliced American Chicken, Wagyu Cheseeburger sama Mango Juice dua buat Haga sama Adisa,"
"Okey. One Flame Grilled Chicken, Grilled Turkish Bread, Tex Mex Chicken and Avocado Sald, Thai Beef Salad and Crispy Lettuce, Sliced American Chicken, Wagyu Cheseeburger and four Mango Juice,"
"Oke Mrs, please wait and I will come to you at least thirty minutes from now,"
"Thank you,"
Adisa kemudian mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi camera, selama sampai di Australia, Adisa belum mengambil satu pun foto pemandangan disana atau pun fotonya dengan Haga.
"Haga, lets make some memories here," ucap Adisa kemudian ia mengambil foto Haga yang sedang memainkan ponselnya.
Haga yang tak tahu apa-apa itu hanya menatap Adisa bengong kemudian melirik sahabatnya itu. "Kamu foto aku?"
Adisa mengangguk. "Lets makes a lot of memories heres Ga, chesee!" seru Adisa kemudian Haga mengembangkan senyumnya sambil merangkul Adisa dan Adisa memonyongkan bibirnya dengan mata tertutup lalu mengambil selfie tersebut.
"Sini Mommy ambilkan foto kalian berdua," ucap Stacy dan Adisa langsung memberikan ponselnya kepada Stacy.
"Okey honey, dalam hitungan ketiga kalian ganti-ganti gaya aja ya nanti Mommy langsung ambil foto kalian," jelas Stacy dan mereka berdua menganggukkan kepalanya.
"Okey, one, two, three, cheesse honey!" seru Stacy lalu Haga dan Adisa langsung memulai gaya berfotonya dan terus menerus berganti hingga mereka berdua mati gaya.
"Mom, it's enough I think. Thanks Mom," ucap Haga lalu ia meminta ponsel Adisa kembali dan langsung melihat-lihat hasilnya.
Adisa dan Haga melihat-lihat hasil fotonya yang berjumlah lebih dari tiga puluh itu, mereka berdua sesekali terkekeh melihat ekspresi mereka berdua yang terlihat sangat jelek disana.
"Not that bad, maybe we can be a role model in the future haha," gumam Haga yang masih menggeser foto-foto tersebut.
"Ih ini lucu banget," celetuk Adisa saat melihat sebuah foto dimana Haga sedang mencium pipi Adisa dan Adisa hanya mengembangkan senyumnya dengan tangan yang merangkul Haga.
"Nanti aku post di instastory ya,"
"Ih jangan, nanti pacar kamu cemburu," sergah Adisa lalu Haga hanya menggelengkan kepalanya.
Stacy dan Benjamin refleks langsung menatap kearah Adisa dan Haga. "Haga, you have a girlfriend?"
Sedangkan yang ditanya hanya diam dan pura-pura tak mendengar pertanyaan dari kedua orangtuanya tersebut. "Yesss makanan kita sampai!" seru Haga mengalihkan pertanyaan dari Benjamin dan Stacy.
"Selamat menikmati semuanya," ucap Haga dan ia langsung mengambil jus mangga miliknya.
"Ca, aku post sekarang ya," bisik Haga tepat di telinga Adisa sebelum ia melanjutkan kegiatannya tersebut.
"Up to you,"
***
Beberapa jam kemudian setelah mereka berempat makan di rooftop sambil menikmati pemandangan kote Perth, kini pukul dua siang Adisa sudah rapih dengan pakaiannya dan juga barang bawaan nya yang akan ia bawa untuk menonton konser dari Harry Styles di Optus Stadium. Dirinya mengenakan kaos oversize warna ungu dengan bertuliskan Harry Styles since 1994 dan celana levis yang bolong di bagian paha hingga ke betis yang membuat Adisa terlihat sangat keren dengan pakaian tersebut.
Tak lama setelah Adisa selesai memperhatikan penampilan dirinya di cermin, Haga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos oversize berwarna pink tua dan celana bahan warna hitam dan sepatu snikers Nike yang dibelikan oleh Stacy saat ia berulang tahun yang ke tujuh belas.
Haga yang baru saja keluar dari kamar mandi sangat kaget melihat celana celana Adisa yang memperlihatkan sebagian tubuhnya itu. "Ih Ca, change your clothes. Paha kamu kemana-mana itu ih, nanti di cat calling kamu Ca,"
Adisa lalu melihat penampilannya di cermin besar yang ada di kamar tersebut. "Kenapa? Cakep kok,"
"Iya cakep, tapi celananya ganti yuk, sini aku bantu pilihin," ucap Haga kemudian laki-laki itu berjalan menuju ke koper milik Adisa dan mengeluarkan semua celana yang dibawa oleh Adisa, melihat satu persatu celana tersebut dan mencari celana mana yang pantas untuk di pakai oleh sahabatnya tersebut.
Adisa hanya memperhatikan ulah sahabat laki-lakinya mengobrak-abrik kopernya. "Ga, kita bakal telat. Udah yuk, lagian kan ada kamu yang jagain aku katanya,"
"Nah! Nih ganti," ucap Haga saat menemukan sebuah celana kulot berwarna hitam dengan sedikit robekan di bagian lututnya.
Adisa lalu mengambil celana yang diberikan oleh Haga dan langsung mengganti celananya di kamar mandi dengan terpaksa. Setelah beberapa saat, akhirnya Adisa keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebih sopan dari sebelumnya.
Haga yang melihat Adisa baru saja keluar dari kamar mandi tersebut tersenyum sambil terus memperhatikan sahabatnya itu. "Yuk Ca, kita langsung berangkat aja," ajak Haga kemudian bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan Adisa keluar dari kamar mewah tersebut.
"Mom, Haga sama Adisa berangkat ke Optus Stadium dulu ya. See you Mom," ucap laki-laki itu sambil berjalan menuju ke pintu kamar hotel tersebut dan meninggalkan Stacy yang sedang duduk di sofa sendirian disana.
Haga dan Adisa berjalan untuk menaiki lift dengan genggaman tangan yang sangat erat seakan-akan tidak ada yang bisa melepaskannya.
Triiinggg! Dering ponsel Haga berbunyi, yang membuat laki-laki itu langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tas milik Adisa. "Ci Xia nelpon," ucap Adisa lalu memberikan telepon genggam tersebut kepada Haga.
Haga lalu mengambil alih ponsel tersebut dan langsung mematikan daya beda kotak kecil tersebut. Adisa yang tak percaya dengan perlakuan sahabatnya itu hanya menatapnya bingung dengan mulut yang sedikit menganga. "Ga, are you crazy? Kalo Ci Xia marah gimana?!"
"Then, what should I do? Aku harus pulang ke Jogja dan bujuk dia gitu Ca? Lagi pula kita kan lagi buru-buru mau ke Optus Stadium biar dapet di paling depan," ucap laki-laki dan menarik tangan Adisa untuk masuk ke dalam lift.
"Kan kita udah janji, no more feeling for Xia and Fattah," gumam Haga yang masih menggenggam tangan sahabatnya dengan sangat erat.