Beberapa minggu setelahnya, Adisa dan Haga mulai melanjutkan aktivitasnya. Namun di tahun ini, Haga harus fokus kepada ujian tingkat akhirnya yang akan membawanya ke jenjang selanjutnya, yaitu dunia perkuliahan. Kini, Xia sudah mulai mendekati Haga untuk yang kedua kalinya lagi. Setelah beberapa bulan lalu ia yang mengucapkan kata perpisahan kepada Haga, namun sekarang ia juga yang mendekati Haga. Haha aneh. “Ga, kamu kenapa sih selalu cuek sama aku? Kata Papi, aku cantik kok.” “Gue nggak suka cewek cantik, kecuali Adisa. Sebenarnya gue nggak suka perempuan, gue homo!” balas Haga ketus berniat mengakhiri obrolan basa basi tersebut. “Kamu kaum pelangi? Pantesan nggak mau pacaran sama Adisa, berarti semuanya make sense sih ya. Pantes aja kamu waktu pacaran sama aku bersikap ketus dan acu

