" Apa kamu bilang? Coba katakan sekali lagi?". Teriak Viona kesal. Pistol ditangannya hampir saja meledakkan peluru jika Christian tidak mencegahnya. Edgar mematung dengan wajah pucat setelah menyampaikan apa yang ia tahu tentang kemana Avan pergi. Hampir saja nyawanya melayang karna emosi meluap Viona. " Apa kau masih ingat alamat yang ditulis Avan?". Tanya Viona menarik nafas dengan tatapan tajam " I..iya nona." Jawab Edgar gugup " Bagus. Karna itu alasanmu hidup sekarang. Antar aku kesana!". Tekan Viona. " Se..sekarang?". Edgar menelan ludahnya. " Ya, apa kau mau menunggu sampai perusahaan kita sehancur Andreas?". Kesal Viona. " Baiklah Nona." Edgar menunduk pasrah. ------------------- Ada apa dengan diriku? Mengapa akhir akhir ini tubuhku terasa.. lemah? Apa karna bayi ini?

