Sejak dilahirkan aku tahu.. Aku tidak pernah dinomor satukan.. Aku selalu mendengar nyanyian ibu dipagi hari dan menebak betapa cantik wajahnya dan betapa halus tangan itu akan memelukku kelak.. Aku merasakan belaian ayah ketika aku hampir terlelap didalam perut ibuku.. Saat itu aku berpikir mungkin mereka akan sangat mencintaiku nanti. Aku pikir takdir telah memilihku.. Tapi aku tidak pernah memiliki takdir.. Tak pernah sekalipun aku merasakan pelukan hangat dari belaian ibu.. Tak pernah sekalipun aku bisa merasakan belaian lembut ayah seperti saat aku dikandungan ibu.. Mereka tidak memilihku Mereka membekukan waktu yang aku miliki.. Dan aku tidak punya pilihan selain menangis Sendirian Kedinginan Hingga aku melupakan segalanya selain penderitaan ini. Lebih dari 100 tahun a

