" Aaaarrrkkkhhhhhh." Teriakan itu kembali menggema di rumah besar kediaman Andreas. " PranG!!". Sebuah guci mahal yang baru minggu lalu meluncur dari paris hancur berkeping keping. Adelia memijat kepalanya frustasi. Matanya berkilat merah emosi. " Aleeeeeexxx!!". Teriaknya geram sembari meneguk tandas sebotol anggur merah ditangannya. " Iya nona." Alex datang dengan mimik pucat. " Mana anggur yang aku minta?". Alex menatap kesekitar Adelia, rumah itu tampak berantakan. Gelas dan guci pecah dimana mana. " Manaaaa!!". Bentak Adelia menghentakkan lamunannya " Nona maafkan saya, tapi anda sudah terlalu mabuk." " Itu bukan urusanmu!! Ini gara gara kau tidak becus mengerjakan tugasku!! Mencari Mr. GHOST saja kau tidak bisa!! Kau tidak berguna... lihat aku!! Perusahaanku hancurrrr. Ka

