29. MENANTI ADIK CANTIK

1346 Kata
seperti pagi-pagi sebelumnya pagi ini pun Rega bangun awal dan langsung pergi ke pasar membeli barang-barang yang akan mereka jual kembali. Riga selalu bersemangat apalagi ketika pagi Istrinya selalu membuatkan kopi dan juga memberikan senyuman paling manis untuk dirinya. setelah sarapan Rega pun segera pergi ke pasar sementara Kinanti pun segera berkutat dengan keperluan rumah dan menyiapkan sarapan juga untuk anak-anak dan muka Mereka pergi ke sekolah. "pagi ibu, bu Bikin sarapan apa pagi ini? "tanya nisa yang baru keluar dari kamar sementara Putri Sudah dari tadi bangun dan sedang melayani pembeli di depan. "Ibu udah bikin nasi goreng spesial nya buat kalian dikasih sosis sama baksonya kamu suka kan? ada telur ceplok juga kalau enggak mau nih ada mie goreng ya kemarin pesanannya Beni katanya mau sarapan mie goreng aja pagi ini tadi jadi Nisa Mau sarapan apa?" tanya Keenan kepada Nisa yang langsung mengambil nasi goreng dan telur ceplok kesukaannya. Kinan hanya tersenyum melihat putrinya sedang makan sementara Beni pun sedang makan-makan bersama Nisa Kalau Putri dia sudah sarapan tadi bersama dengan Kinan saat menyaksikan anak-anaknya tumbuh sehat dan bahagia kini saat bahagia kita pun kembali menyesuaikan cuciannya di belakang. "Uek Uek,"terdengar suara seseorang sedang mual mual di belakang. Nisa dan Beni yang sudah selesai makan pun segera ke belakang. Mendapati ibu mereka Kinanti yang sedang mual mual seperti ingin muntah tapi tak ada yang keluar dari mulutnya. "Ibu kenapa Bu katanya apa masuk angin? Ayah udahan jadinya biar bisa karaokean aja biar enak kan badannya, "ajak Nisa menggandeng sang ibu ke dalam rumah sementara Beni menyelesaikan cucian sang Ibu. Nisa dengan lembut kerokin leher sang Ibu dan membalur seluruh tubuhnya dengan minyak gosok membuat seluruh tubuh Kinanti menjadi lebih baik dan lebih hangat. setelahnya Nisa menyuruh sang Ibu beristirahat kembali. Tak lupa Nisa juga membuatkan teh hangat di samping tempat tidurnya. setelahnya dirinya pun menyusul Beni untuk memisahkan cucian lalu mandi dab berangkat sekolah. Mendengar ibunya yang mual dan masuk angin, Nisa yang sudah selesai melayani pembeli pun masuk ke kamar sang ibu. "Bu, tidur ya?"tanya Putri duduk disamping ibunya. "Nggak kok Put. Rebahan aja,"kata Kinan. Putri memijat sang ibu. "Ibu masuk angin ya? kecapekan kali bu. bangun subih terus udah nyuci aja. Besok besok buat Putri saja. Sore atau pulang sekolah juga nggak apa bu. kan pake mesin cuci juga. Cepet kering,"kata Putri. "Ah nggak apa Put, ibu juga udah biasa bangun pagi udah main air. dari dulu juga. kebetulan aja mau masuk angin. Dulu aja mggak ada pake mesin cuci begitu kam,"kilah Kinan. Tiba tiba saja, rasa mual kembali menyerang. "uek..,"Kinan berlari ke kamar mandi. Riga yang baru pulang dari pasar pun nampak menyusul Kinan. "Kenapa dek? masuk angin?"tanya Riga khawatir. "Ya kayaknya bang. mual aja nih,"kata Kinan keluar kamar mandi. Riga memapahnya dan mengajaknya duduk dimeja makan, lalu memberi Kinaan air Putih. "kamu udah telat bulan ini? apa jangan jangan?"tanya Riga menggantung. "Jangan jangan apa mas?"tanya Kinan tak mengerti. "Apa.. Putri mau ada adik lagi?"tanya Riga tersenyum hangat. "Ah kamu mas..,"Kinan tersipu. "Ya tapi aku udah telat hampir dua bulan mas. mulut juga asem nih, beli mangga nggak mas tadi? ngerujak yuk?"ajak Kinan. "nah kan. ayok kita le bidan dulu. mas penasaran deh. mas beli mangga muda, ketimun, sama kedondong juga. ntar mas nbikinin bumbu rujaknya, tapi kita ke bidan dulu. tuh didepan ada. mas penasaran ini,"kata Ruga mengajak Kinan pergi. Mereka pun pergi kerumah ibu bidan yang tak jauh dari rumah Riga. "Wah Bapak Ibu Selamat ya sepertinya ada kabar bahagia nih. garisnya dua pak. nanti kita USG dan sekalian dengar detak jantungnya ya," ujar bu bidan kemudian mengambil alat pendeteksi detak jantung, lalu memeriksa Kinan Lebih Detail. setelah melangsungkan berbagai pemeriksaan yang menyatakan Kinanti Tengah hamil 2 bulan Kinanti diminta banyak-banyak istirahat dan bila perlu harus Petrus di rumah. inti mengalami bercak di awal kehamilannya itu membuat sang bidan khawatir tetapi Kinan sudah diberikan banyak vitamin agar tidak terlalu kelelahan. dia juga memperingatkan jangan terlalu banyak pikiran mendingan terakhir kali Kinan habis melahirkan mengalami pendarahan hebat. "jangan terlalu kelelahan apa lagi banyak pikiran ya Bu Kinanti. Apalagi kemarin terakhir ngelahirin si Beni kan pendarahan hebat. Takutnya nanti darah tinggi ibu malah kumat. emang udah berapa lama darah tingginya nggak kumat lagi? Beni udah besar juga kan?" tanya bidan bertanya. "Beni udah besar buku kelas 2 SD Aku bahkan nggak pernah lagi kumat darah tinggi yang mungkin sudah hampir 6 tahun ini pasang sini aku normal-normal aja gak enak juga pernah sakit sakit Bu bidan,"papar Kinan. "Jadi normal aja ya bu? tapi tetep harus waspada ya bu. Kalau bisa hindari kerja berlebih. banyakin istirahat. Ya pak Riga. dibantu istrinya buat bedrest dulu seenggaknya sampai usia kandungan diatas enam bulan. Kalau udah lewat masa awal, InsyaAllah udah kuat janinny,"terang bu bidan. Riga mengangguk dan mendengar dengar baik bahkan meminta beberpa tips serta resep untuk Kinan. Riga ingin bisa menjaga istri dan calon anaknya. Ia sangat berbahgia sekali mengetahui Kinan tengah mengandung anaknya. setelah mengetahui Kinanti Tengah mengandung Rega pun tidak menyurutkan ada melakukan pekerjaan apapun di rumahnya Bahkan ia sengaja menyewa seorang asisten rumah tangga untuk mengurus rumah. pagi-pagi sang asisten rumah tangga di suruh datang untuk menyiapkan segala keperluan rumah seperti sarapan dan yang lainnya padahal Kinanti sudah menolaknya tetapi tidak memaksa dan menyuruh Kinanti hanya fokus untuk beristirahat Sampai usia kandungannya setidaknya enam bulan. Riga juga bahkan melarang Kinan untuk mengurus warung. hanya dirinya saja yang boleh melayani pembeli sementara Kinan Hanya duduk, berbaring atau menonton televisi yang membuat berat tubuhnya makin gemuk saja dari hari ke hari padahal masih dalam usia yang baru 4 bulan kehamilan. "kinan makin gemuk aja Riga, apa Kinan lagi hamil?" tanya Suriyem menegur Riga yang nampak Tengah membereskan warungnya tersebut. "Ya bu, Kinan sedang lagi hamil 4 bulan sekarang. itu disuruh bu bidan buat m s takutnya nanti malah ada bercak lagi ?. makanya aku suruh rebahan aja biar dia santai dan nggak banyak pikiran,"jelas Ruga kepada sang ibu mertua. "Manjain istri boleh aja Riga, maunya bedrest bagus. Tapi liat, Kinan jadi malah kurang gerak. Kamu suruh rwbahan dan ngemil malah makin bulet istrimu, coba tanya.bu bidan, empat bulan udah gemuk aja. takut BB bayinya makin besar, susah,"kata Suriyem cemas. Riga menurut saja dan membawa Kinan ke dokter kembali. Kali ini bukan bidan, tapi spesialis kandungan. Biar lebih tau detail usia kandungan bahkan jenis kelamin anaknya. "agak dikurangi makannya ya Bu terutama yang manis-manis barat Baby bayinya udah hampir 1 kilo nih Padahal baru 4 bulan. takutnya malah kegedean kurangi juga minum air dingin ya Bu tanda bukti sudah sering digerak-gerakkan aja badannya Nggak udah nggak papa kok nggak kan ada bacaan lagi karena udah masuk 5 bulan kok ini saya lihat dan lebih ibunya juga sehat bayinya juga sehat anak Ibu banyak-banyak aja ya soalnya juga bagus buat bayi di dalam Ntar bisa lahiran normal Insyaallah," ujar sang dokter kandungan memeriksa Kinanti. "jenis kelaminnya udah keliatan dok?"tanya Riga penasaran. "Ya pak, perempuan nih sepertinya. Nanti pas tujuh atau delapan periks lagi ya, buat memastikan, sering sering gerak ya,"kata Dokter lagi. "kemarin pas mau 2 bulan disuruh istirahat total bu dokter katanya ada bercak dan disuruh buat Bedrest dan gak ngapa-ngapain. ini udah sampai berapa bulan ini nggak ngapa-ngapain makanya badan saya makin gemuk aja padahal biasanya saya gerak dan dari nyuci beresin rumah dong ngurusin semuanya tapi sekarang karena cuman duduk dan tidur aja hobi ngemil saya jadi kumat lagi," ucap Kinan kepada bu dokter. "Ya kalau bercak emang bener bedrest, tapi ibunya mudah gemuk. sekarang BB bayinya udah sekilo, dikhawatirkan susah nanti. syukur nya nggak ya. banyak gerak aja bu nggak apa. Udah aman dari bercak kik,"kata dokter. harga pun pulang dengan keadaan berbahagia apa yang mengetahui bahwa dirinya akan segera memiliki anak perempuan yang sudah sangat lama diinginkannya. meskipun dia juga sudah sangat berbahagia. meski sekarang ada Putei juga Nisa sebagai anak sambungnya tetapi akan lebih berbahagia dirinya ketika tahu ada buah cintanya di rahim Kinanti dan sedang berjenis kelamin perempuan. Riga tidak pernah merasa sebahagia, bahkan sepanjang jalan pulang Ia menanyakan Kinanti mau apa dia saat ini dan sedang mengidam apa semua Ingin Kinanti akan Ia turuti. begitulah janjinya kepada Kinanti.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN