30. LENGKAPNYA KEBAHAGIAAN BAPAK DAN IBU

1016 Kata
Riga makin hari makin bersemangat kerja, setelah tahu Kinan mengandung anak perempuan untuknya. Meski awalnya Kinan harus bedrest, namun nyatanya sekarang Kinan sudah bisa beraktivitas kembali. "Ya kamu udah boleh banyak aktivitas lagi, tapi jangan yang berat berat juga. mas nggak mau kamu terlalu capek dan malah kenapa kenapa sama anak kita,"ucap Riga sebelum pergi ke pasar. Kinan pun mengangguk patuh. Dirinya pun mulai memasak, setelah sekian lama Ia tak lagi berkutat didapur, selain aroma dapur yang mwmbuatnya mual, pun karena Riga melarangnya, Riga lebih suka membeli sarapan atau setidaknya menyuruh asisten rumah tangga mereka saja yang memasak. Biasa sebelum ke pasar sarapan dulu, maka selama Kinan hamil muda, Ruga tidak sarapan. Sarapan dipasar jadi pilihannya. Mengingat asisten mereka datang paling awal pukul enam pagi. Anak anak juga biasa membeli sarapan sendiri, atau Riga yang membelinya dipasar. Anak anak juga tak ada yang protes. Hanya Putri akan lebih suka masak sendiri, daripada membeli. "Nggak apa pak. Putri juga kan bangunnya awal, biar Putri yang membuat sarapannya. Kalau cuma naai goreng, Putri bisa kok, apalagi bikin kopi bapak atau teh, bisa,"kata Putri bangga. "Iya boleh Put, tapi hari minggu aja ya, kalau libur sekolah boleh, kalau selolah takut kamu terlalu capek, ntar badan kamu malah.bau bawang pas sampe disekolah, mau?"ujar Riga mwmbuat Putri tertawa. "Bapak cuma nggak mau Putri rwpot. nggak apalah nak, sarapannya beli aja, ya?"bujuk Riga. Putri mengangguk tanda mengiyakan bapak tirinya itu. Putri tidak terlalu suka membantah Riga. Menjaga perasaan sang ibu juga. Putri Dipilihkan banyak kelas olahraga untuk membantu mengembangkan dirinya lebih baik lagi begitu juga dengan adik-adiknya. mereka diberi pelajaran tambahan sepulang sekolah itu yang dilakukan setelah mengetahui Putri dan Nisa adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya tanpa pelajaran tambahan Putri Annisa selalu mendapatkan peringkat pertama dari kecil hingga sekarang. yang lebih kurang ada lebih ini meskipun sudah dibeli pelajaran tambahan yang lebih tetap saja seperti itu saja. untuk diri sendiri dia pun bercita-cita tinggi karena itu Riga selalu memperoleh fasilitas yg anak tirinya itu dengan segala kebutuhan yang putri butuhkan untuk menunjang sekolahnya. Putri pun Makin bersemangat sekolah setelah dijemur fasilitasi nya dengan laptop untuk memudahkannya mencari tahu lebih baik tentang ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Riga selalu memberikan Putri buku-buku teknologi dan ilmu pengetahuan umum. Kadang kala ia juga membeli novel remaja untuk Nisa dan komik untuk Beni. Tapi Beni tak suka membaca, jadi komik yang dibeli Riga hanya dibaca dan diliriknya sekilas. Beni lwbih suka bermain, Riga pun memfasilitasi Beni dwngan video game dirumah agar Beni lebih suka berdiam diri dirumah. "Ayo Kinan Hari ini kita ke pasar kamu boleh memilih barang apapun yang kamu mau untuk kebutuhan calon anak kita nanti. kamu juga boleh membeli keperluan kamu ataupun keperluan anak-anak yang lain bisa Putri ataupun Beni berikan saja apa yang kira-kira mereka mau dan mereka butuhkan," ujar Riga suatu siang kepada Kinan setelah makan siang. "nggak perlu la mas sekali barang-barang buat anak bayi kita barang yang kemarin buat lahiran Beni juga masih ada dan masih bagus kok. aku selalu menyimpannya Mas, masih rapi dan masih terawat, di rumahnya ibu aku simpan," ucap kinan menolak secara halus. "ya beli barang yang baru aja sedikit kalau begitu. nggak perlu beli semuanya. jangan sampai memakai barang bekas semua dong Ini kan anak Mas juga Tante Mas pengen dan berikan yang terbaik untuk dia ngetik apalagi kalau tahu ini anak yang perempuan kamu tahu sendiri kan Mas belum pernah punya anak perempuan meskipun Mas juga sudah punya Lisa dan Putri tapi kan Mas juga pengen membahagiakan calon alat Mas juga sayang," dia mengelus rambut kinan mesra. Kenapa menuruti perkataan kerja dan membeli kira-kira barang yang diperlukan hanya setengah lusin popok baru dan juga pakaian baru untuk calon anaknya. juga membeli perabotan baru untuk anak perempuannya ini. karena Reza menyuruhnya untuk membeli perabotan seperti tempat tidur bayi yang baru keranjang dan juga berbagai mainan untuk bayi dan balita. hari kelahiran pun tiba juga Kinan sejak semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak karena mules mules di perutnya namun dirinya tidak berani membangunkan Rika yang tidur di sisi-nya. Kinan hanya bolak-balik ke kamar mandi karena selalu ingin pipis begitulah perasaannya tanda titik-titik sudah menduga jika kelahiran hanya saja sakit yang tidak terlalu nyeri di bagian perut yang tidak kalau ia rasakan hingga akhirnya subuh menjelang barulah kita mengatakan kalau sudah mulai sejak semalam Tarti segera memanggil bu bidan karena Kinan lebih ingin lahiran di rumah saja begitu katanya. "buah Mas aku maunya kita lahiran di rumah aja ya dan titik gak usah ke rumah sakit atau ke rumah Bu bidan bu bidan yang jadi suruh ke sini gimana Mas? nggak apa kan?" dan meminta pendapat mereka menyuruh Riza menjemput saja bu bidannya tidak ingin dirinya yang pergi dari rumah. "Ya sudah Mas jemput bu bidan nya aja suruh ke sini Tapi nanti kalau kata Bu bidannya suruh ke rumah sakit atau ke rumah bersalin kamu mau ya?" jari gak menyetujui permintaan Kinan kamu dan pergi mengendarai motornya menjemput bidan yang tidak jauh dari rumah mereka. sesampainya bu bidan di rumah 3D rempong segera mengecek kondisi Kinanti. beberapa peralatan telah di siapkan karena Kinanti memang sudah melahirkan antara. dan setuju bahwa Kinanti tidak perlu dilarikan ke rumah sakit ataupun ke rumah bersalin cukup di rumah saja. putih dan seorang temannya untuk membantunya untuk proses kelahiran Ki nanti terketik pukul 9 pagi baik cantik ya nanti pun lahir dengan selamat. betapa bahagianya Rega melihat anak perempuan yang cantik sudah lahir dan melihat Kinan yang nampak kelelahan membuat dirinya semakin mencintai istri barunya tersebut. Riga berkali-kali mengecup dahi Kinan dan ucapkan terima kasih karena telah melahirkan anak perempuan untuk dirinya. Riga pun memeluk kedua anak tirinya putri dan juga bisa mengatakan bahwa mereka tetaplah anak-anaknya meskipun dirinya sudah memiliki anak perempuan sendiri. "terima kasih banyak ya kinan karena sudah memberiku anak perempuan yang cantik. dirinya pun sehat dan nampak gemuk Makasih banyak ya sayang. Nisa Putri meskipun Bapak sudah punya anak perempuan tetapi kalian masih tetap anak Bapak. jangan iri ya dan Jangan berkecil hati Bapak tetap mencintai kalian,"ucap Riga memeluk dua anak tirinya itu. "kasih nama adik nya siapa pak?"tanya Putri. "Leni, bapak maunya namanya Leni, panggil adik Leni ya nak,"kata Riga sambil menimang anak perempuannya dengan sayang. "Leni, kamu sudah melengkapi kebAhagiaan bapak sama ibu, makasih ya dek,"kata Putri ditelinga adik bayinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN