Putri dan adiknya Nisa sudah masuk sekolah itu artinya beban ekonomi makin bertambah di pundak kanan. adik kecilnya yang sudah mulai beranjak besar pun sudah ikut makan dan juga makin besar uang untuk s**u dan diapers. ya kini Kinan memakaikan pentas untuk sang anak lelakinya ketika dirinya harus menjajakan kue. karena takut para pelanggan merasa jijik ketika dirinya harus Mengganti Bekas ompol sang anak jika sedang berjualan kue.
kinanti masih saja terus berjualan kue selain kue di pagi hari, saat siang harinya dirinya jualan lauk pauk di sekitar rumah. Kinan tidak henti-hentinya mengais rezeki Sejak pagi. dibantu Putri dan anak-anaknya mereka membuka warung kecil-kecilan dirumah mereka.
Kinan Makin rajin ketika beberapa bulan ini ibunya terlihat lemas dan akhirnya jatuh sakit. sang Ibu diketahui kelelahan di usianya yang sudah lanjut dirinya masih harus bangun pagi-pagi dan membersihkan sayuran dan langsung pergi ke pasar. Karena sedang tidak enK.badan, gerobak yang di dorong Suriyem oleng. Sayurnya tumpah dan kotor. Bahkan.kaki nenek Putri itu keseleo dan mengalami beberapa memar di kaki dan tangannya.
padahal kan sudah lama menyarankan sang ibu untuk berjualan sayur mayur di depan rumah saja. tetapi sang Ibu ngotot ingin berjualan di pasar. sejak kejadian gerobaknya terjatuh dan kaki keseleo sang Ibu pada akhirnya menuruti saran Kinan Tetapi dia masih ngotot ingin berkeliling Desa mendorong gerobaknya dan berjualan sayur mayur.
"Ibu maunya jualan lagi Kinan. Ya nggak ke pasar lagi deh. Tapi dagangannya juga di belinya mesti di pasar to? Ya ibu maunya jualan keliling kampung aja. Biar lebih banyak yang belinya. Kalau jualan di depan rumah kayak kamu yang belinya sedikit. Pelanggannya juga cuma satu dua orang aja. Tetangga tetangga dekwt sini aja. Dagangan dikit larisnya, makanya enakkan ibuk keliling aja,"ujar Suriyem.
"Ibu yakin mau keliling dorong gerobak? kalau di dorong lebih capek lo bu dari jualan di pasarnya? mana panas juga, ya kan?"Kinan mencoba melarang.
"Ibu ini masih kuat Kinan masih gagah nggak perlu kamu khawatir sama ibu, ibu pasti bisa jualan lagi seperti dulu. kamu di rumah aja jualannya di rumah kamu yang masih punya anak balita mending jualan di rumah bener itu," Ucap Siriyem yang kemudian berangkat mengais rezeki.
Kinan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sang ibu yang masih ngeyel untuk tetap pergi walaupun kakinya juga masih belum sembuh betul dari sakit kemarin.tapi benar saja Suriyem masih bisa dan masih keluar untuk berdagang. buktinya beberapa hari ini dia sama sekali tidak mengeluh kepanasan atau kakinya yang pegal. seperti juga dengan Kinan tidak mengeluh meskipun dari pagi harus berkutat di dapur.
sejak Fajar dirinya sudah menyiapkan kue-kue untuk dibawa Putri berkeliling sejak subuh. bahkan kue-kue itu selalu saja kurang. yang lainnya bahkan dibawa ke sekolah sudah dititipkan di kantin. beberapa jajanan kecil seperti keripik pisang dan keripik singkong akan dibuat Kinan dan dititipkan di warung warung sekitar rumah.
dibantu dengan Putri, Kinan selalu bangun lebih awal dan menyalakan kompor Sejak pagi pagi. mereka berdua selalu bangun pukul 2 pagi dan mengadon adonan kue untuk membuat kue-kue mereka.
setelah dengan kue, Mereka pun menyiapkan membuat sarapan pagi, seperti nasi uduk dan nasi minyak bahkan nasi goreng yang juga dijual Kinan di depan rumahnya Sejak pagi.
beberapa bulan jualan di depan rumah Kinan malah beralih ke depan sekolahan yang berada di tepi jalan dan juga lebih ramai. Putri pun dengan senang hati membantu ibu mengalihkan jualan ibunya ke depan jalan di dekat sekolah mereka tetapi Putri sama sekali tidak berhenti menjajakan kue-kue keliling kampung sejak subuh. seperti biasa rayuan selalu mengikutinya.
rayen dan Putri sejak subuh pergi menjajakan kue-kue ke nanti meneriakan nama Kinanti di sepanjang jalan yang rela mereka lalui. kue Kinanti selalu banyak yang menanti seperti nama sang pembuatnya Kinanti kue yang selalu dinanti-nanti oleh warganya. satu hari saja Putri tidak meneriakan nama Kinanti Di gang Jalan di depan rumah mereka keesokan harinya mereka pasti bertanya Kemana saja Putri tidak lewat di depan rumah mereka seperti itulah warga-warga Selalu Menanti Kinanti yang hadir dijajakan oleh putri dan Rayen.
rayen sendiri tidak pernah absen menemaniki Putri menjajakan kue-kuenya setiap pagi. ibunya Rayen bahkan sama sekali tidak melarang untuk menemani putri. putri seperti memiliki Bodyguard Ketika subuh-subuh Harus Pergi menjajakan kue-kuenya. setelah melalui rumah Rayan dan ibunya membeli kue Rayen pun segera pergi mengikuti putri menjajakan kue-kuenya. jika Putri memberi bayaran atas jasanya menemani dirinya berjualan, maka Rayen selalu menolaknya.
"Aku tidak mau lagi jadi temanmu kalau kamu mau beri aku uang. aku tidak mau berteman lagi dengan mu Put," ancam rayon ketika Putri memberinya uang sebagai bayaran selalu menemani dirinya berjualan sejak subuh.
Sejak saat itu Putri pun tidak pernah lagi memberi rayuan bayaran hanya memberi ibunya kue lebih sebagai ucapan terima kasih telah mengizinkan Raya menemani dirinya berjualan.
Bahkan ketika siang hari saat Putri dan Keenan harus berjibaku dengan para pelanggan yang membeli makan siang di warung mereka dan juga membeli sayur masak di warung mereka Rayan ikut membantu.
Rayen terkadang ikut melayani pembeli terkadang ikut mengasuh sang adik yang dibawa serta. sementara Anisa orangnya pemalu lebih suka Duduk diam di dekat sang adik dan tidak melakukan apapun. Nisa orang yang tidak suka bergaul dengan banyak orang. Nisa tidak suka juga terlalu banyak bicara dengan orang yang tidak dikenalnya.
Rata-rata orang yang membeli makanan di warung mereka adalah orang yang lewat bukan orang dari sekitar kampung mereka karena itu bisa setiap kadang merasa malu dan ketakutan.
Tetapi jika di ajak bicara oleh orang yang dikenalnya lama dan sudah kenal dengan baik Nisa orangnya ramah dan suka berbicara seperti Putri sama sama suka bercerita dan ramah tetapi Nisa juga orangnya suka pilih pilih teman dan tidak semua orang mau diajak bicara.
Hari ini pelanggannya Kinan nampak ramai di warung nasinya. Suatu berkah bagi Kinan. Apapun usahanya selalu laris manis dan tak ada hambatan. Kinan sangat bersyukur tentang itu. Keuangannya sudah sedikit membaik, meski diakui Kinan, makin besar pendapatan yang diterimanya, entah kenapa ada ada saja yang harus di ganti dan dibelinya. Tapi Kinan bersyukur masih bisa mengais rejeki dengan tanganny sendiri.
Hubungannya dengan Dewok juga nampak baik, tak seperti dulu, awal menikah dengan Dimas, Dewok nampak acuh. Mungkin sama seperti ibunya, Dewok tidak terlalu suka Kinan menikah dengan Dimas. Namun Kini Kinan bisa melihat kakak tertuanya itu sangat mendukung apa yang Ia lakukan.
Dewok bahkan suka mengajak teman teman kerjanya makan siang diwarung Kinan. Mempromosikan dagangan Kinan yang laziit itu. Dan ketika mereka datang pun benar adanya, makanan Kinan pas di lidah mereka.
Kinan memang piawai urusan masak. Dia suka memasak sejak remaja. Meski sang.Ibu juga bukanlah orang yang suka memasak, tetapi saat beranjak remaja dulu Kinan juga pernah.bekerja di.warung makan. Membantu para koki memasak sewajan besar sambal, sepanci besar kuah sup, membuat Kinan tau bagaimana caranya masak dalam porsi banyak dengan takaran bumbu yang benar.
Kinan bersyukur, kerja kerasnya saat balia dan remaja ada gunanya disaat sekarang. Tak sia sia saat kecil Ia suka menjajakan kue milik.orang lain. Kini ia bisa membuka usaha lue.sendiri. Bukan sang ibu yang.mengajarinya, ibunya juga berdagang, tapi dagagan mentah. Bukan yang siap santap seperti Kinan.
Suriyem juga tak terlalu pandai tentang olahan olahan kue, hanya beberapa yang Suriyem bisa. Kinan belajar manual seorang diri. Dari lulus sekolah Kinan memang bamyak belajar. Bekerja sana sini, bukan benar benar tentang uang upahnya. Tapi tentang pengalamannnya.
Bekerjaa di warung makan, Kinan belajar memasak. Belerja dii toko kue, Kinan belajar tentang membuat kue. Kinan benar-benar banyak belajar dari kehidupannya sehari-hari. Tapi ada juga hanya satu yang tidak Kinam bisa yaitu menjahit meski tahu dirinya juga pernah bekerja di tempat jahit menjahit baju Tetapi entah mengapa pelajaran jahit menjahit baju tidak selalu menempel di kepalanya itu. Kinan nampak kesulitan ketika harus membuat kain pakaian untuk anaknya dan lebih suka membelikan mereka pakaian Jadi. jika pun harus menang pakaian biasanya pakaiannya itu akan kembali robek dan kaya membuat kita kesal sendiri dan pada akhirnya membuang pakaian yang sudah rusak itu.
"bu ayo bu jangan melamun aja itu pelanggannya udah makin banyak mau minta dibungkusin nasi. Iya sebentar ya Pak nanti ayamnya tiga, nasi ikan bakarnya lima Terus apa lagi Oh ya nanti sayurnya 5 ya Pak Tunggu ya, "Putri meneriakan kepada sang Ibu jangan melamun saja.
siang ini seperti siang-siang sebelumnya adalah siang yang sibuk untuk Kinan dan Putri. meskipun lelah dari sekolah Putri selalu bersemangat membantu Kinan di warung makan mereka. ada sosok yang selalu meminta mereka ketika siang hari itu adalah Dimas. Dimas ingin sekali menegur mantan istri dan anaknya tetapi dia sebelum. ada rasa malu di dadanya.
"Kinan Putri kalian seperti yang baik-baik saja tanpaku? maafkan aku ya, Aku tidak bisa berjuang untuk kalian lagi. maafkan aku Kinan aku masih ingin bersamamu tapi seperti ibumu terus saja menghalangiku. hati aku tidak bisa terus-terusan sendirian karena. itu banyak kebutuhan di rumah yang tak bisa aku Urus sendiri tanpamu. Maafkan aku jika aku harus menikah lagi. maaf jika pada akhirnya perceraian menjadi perpisahan kita itu begitu. banyak hal manis ya mungkin yang pernah kita lalui berdua. dari saat saat masa sekolah dulu. Hungga akhirnya kita berdua ber rumah tangga. Ah Kinanti, Maafkan aku aku tidak kuat harus mengambil hati ibumu lagi Kinan. mungkin hanya sampai sini saja perjuangan kita dan kebersamaan kita karena. aku melihatmu bahagia tanpa aku dan selalu bahagia bersama anak-anak. doa ku untuk mu selalu. Semoga kau selalu bahagia dan baik-baik saja tanpaku,"kata Dimas seorang diri menatap warung Kinan yang selalu sibuk itu kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari warung Kinan.