sejak kehadiran rayuan tetangga barunya itu Putri pun kembali kepada putri yang dulu kembali ceria dan selalu tersenyum dan akan selalu bersemangat dan hati Putri sudah menceritakan sebuah kisah hidupnya kepada Raya membuat lain benar-benar menyayangi Putri sebagai sahabatnya. suka mendengarkan masalah Putri ketika Putri berkeluh kesah dan harapan-harapan Putri bawa ayah dan ibunya akan kembali bersama.
"ini sudah lama sekali Rayan aku tidak bertemu lagi dengan ayah. adikku saja sekarang sudah bisa makan itu artinya mungkin sudah 8 bulan lamanya Ayah tidak lagi datang ke rumah nenek. sudah lama sekali udah 3 bulan lagi kita juga akan sekolah. aku rasanya kangen sama Ayah Bagaimana keadaannya ya sekarang karena tanya" ucap Putri dihadapan Raihan hari itu.
"kenapa kita tidak mencari tahu saja keberadaan ayahmu dan bagaimana kabarnya? bukan kau bilang ayam sebenarnya tinggal di dekat sini? kita bisa saja terus berjalan ke arah selatan ataupun ke arah sana. Siapa tahu kita yang menemukan Di mana rumah ayahmu. atau kita bisa saja bertemu dan menanyakannya kepada budemu? bukankah kau bilang Bude mu juga tinggal di dekat sini? "Rayen memberikan solusi atas rasa penasaran Putri.
Putri menimbang-nimbang Apa yang diucapkan sahabatnya itu kemudian menganggukkan kepalanya mereka berdua berencana siang ini akan menemui bide Erma menanyakan Di manakah rumah ayahnya Putri.
namun sayangnya ketika akan menemui Bude di rumahnya Bu Deni Putri tidak ada di rumahnya. hanya ada anak bungsunya saja. namanya Deni Putri pun bertanya kepada Denny Di manakah rumah ayahnya. Deni yang pernah ikut ibunya pun berkata bahwa rumahnya bercat warna orange berada di dekat kantor lurah. begitulah ucapan Deni yang kemudian dipercaya oleh putri dan juga sahabat barunya itu mencarinya.
Putri yang sudah hafal betul letak jalan-jalan di dekat rumahnya menjadi Tahu betul Di manakah rumah yang dimaksud oleh anak bungsunya Budi Irma tersebut. mereka berdua pun berjalan dan menemukan rumah itu; itu nampak sepi sekali untuk memastikan Putri pun mengetuk pintu rumah itu.
cukup lama Putri mengetok pintu rumah itu kemudian pun terbuka. Putri nampak terkejut Ia membuka pintu adalah seorang wanita mungkin lebih tua dari ibunya menggendong seorang anak kecil Seumuran adiknya-nisa.
"cari siapa dek?" tanya sang pemilik rumah.
Putri ragu-ragu ingin bertanya tetapi rayon sudah lebih dahulu bertanya.
"Maaf Tante Apakah rumahnya Pak Dimas adalah ini? "tanya Raya menatap sang pemilik rumah.
"Iya benar ini rumahnya Pak Dimas. Ada apa ya Dek?" tanya wanita itu Ramah.
Ryan dan Putri hanya saling diam dan saling tatap. tidak bisa mengatakan satu kata pun tetapi matanya sudah berkaca-kaca mengetahui itu Raihan pun jadi bingung sendiri sahabatnya bisa saja menangis didepan wanita itu. sementara sang pemilik rumah aku memandangi dua anak kecil di depannya dengan bingung.
"Maaf Tante Pak Dimas nya dimana ya? Apakah Abang Heri ada di rumah?" ujar Rayan sok tahu.
"Mas Dimas lagi bekerja sedangkan Heri lagi sekolah. adik berdua ini ada apa ya Mencari Dimas dan Heri? "tanya bibi itu lagi kepada putri dan Rayan.
"tidak ada apa-apa Bi ada keperluan sedikit sama Pak Dimas dan juga abang Heri. di Maaf bibi ini siapa ya?" tanya Rayan lagi.
"Oh begitu Apakah ada pesan yang bisa sayang saya sampaikan sama Mas Dimas ataupun Heri? saya istrinya kami baru saja menikah Beberapa bulan yang lalu," wanita itu menatap Rayan dan juga Putri bergantian.
bagaikan petir di siang bolong Putri mendengar Pengakuan dari wanita tersebut. Putri sudah menduga jika wanita yang tiba-tiba saja sudah berada di rumah ayahnya itu adalah istrinya saat ini. hilang sudah harapan bahwa sang ayah dan ibu akan bersatu lagi.
"Oh begitu ya Bu katakan saja kepada Pak Dimas bahwa Putri mencarinya," ujar Putri kemudian mengajak rayen untuk pulang.
Sepanjang Jalan Putri Menangis Tanpa Suara dirinya benar-benar Terpukul atas kenyataan yang dilihatnya sendiri. hilang sudah harapan bahwa ayah dan ibunya dia dan juga abang serta adik-adiknya akan berkumpul lagi. ayahnya sudah memiliki kehidupan baru sekarang.
"Ayah sudah menikah lagi Rayan nggak ada lagi pengharapan bawa ayah ibu akan bersama lagi karena. pupus sudah harapanku selama ini. tetapi memang tidak mengharamkan Ayahku Lelaki Dia Wajar saja jika dia menikah lagi. dia butuh seorang wanita untuk mengurus rumahnya karena. air juga harus bekerja dan tidak ada yang mengurus rumah serta memasak Kanya. Coba saja aku ikut ayah aku bisa melakukan itu untuknya ah Ayah kenapa dia tidak mencariku dan bertanya dulu kepadaku," Sesal Putri kemudian.
"Apakah kau menyesal kan kita sudah mencari Ayah mau ke sini Putri? Maafkan aku jika pada akhirnya kau malah mengetahui kenyataan ini. maaf ya Putri," ujar Rayen merasa bersalah.
"tidak perlu meminta maaf raYet ini kan bukan salahmu. tidak perlu meminta maaf padaku. lagi pula aku cukup lega ketika mengetahui Ayahku memang benar-benar berada di dekatku. kita bisa mencari tahu keberadaan Ayah aku dan keadaannya Apakah dia apakah sehat atau sakit anti tidaknya itu sudah melegakan untukku. Tak apa setidaknya ayah sehat dan ada yang mengurusnya sekarang,"kata Putri.
setelah kejadian itu Putri sama sekali tidak merasa sedih atau apa ya sudah menerima kenyataan itu. membuat raihan begitu senang karena Putri sama sekali tidak hilang keceriaannya. pada orang yang berpikir Putri akan menurun dan tidak ingin lagi berteman dengannya.
"Putri Apakah kau sudah bicara dengan ibu bahwa ayahmu yang sudah menikah lagi? kau harus mengatakannya kepada ibumu mungkin saja Ibumu juga akan menikah lagi supaya kau punya ayah baru?" Rayen tanpa berdosa.
"Hei kenapa kamu nyuruh aku memiliki Ayah baru? aku tidak suka itu. tetapi kau benar Mungkin saja ibuku juga akan menikah lagi jika mengetahui Ayahku sudah menikah. arrayan aku belum siap memiliki Ayah baru saat ini terutama adikku masih kecil. kau juga pernah harusnya Ibuku mengetahui bahwa Ayahku sudah menikah supaya ibuku juga tidak mengharapkan ayahku lagi. Ah Rayyen hal ini mungkin sulit untuk ibuku,"ujar Putri menunduk.
"sesulit sulitnya hal itu Ibuku adalah wanita yang hebat Putri kau meyakini itu kan? jadi bicara saja kepada ibumu setidaknya supaya ibumu tahu saja," ujar Rayen memberi saran.
Putri pun melakukan apa yang kalian sarankan malam harinya ketika nenek nya sudah dipastikan tidur dan bisa serta Adik bayinya yang sudah tumbuh besar itu Sudah terlelap barulah Putri mengajak ibunya berbicara.
"Ibu Apakah ibu tahu sesuatu tentang ayah?" tanya yang putri mencari tahu.
"maafkan Ibu Putri tapi Putri ayah ibu sama saya tidak tahu tentang kabar Ayah kamu. nanti mungkin Ayah mau baik-baik saja. Ibu juga sudah lama tidak bertemu dengan bude kamu. Kamu tahu sendiri juga tahu sendiri Bude kamu tidak berani lagi datang kemari,"kata Kinan.
"Oh begitu ya Bu. Jadi ibu nggak tahu kalau Ayah sudah menikah lagi?" ujar Putri menatap wajah sang ibu yang nampak lelah itu.
"Iya Ibu sudah tahu soal itu Putri. Ibu sudah mendengar dari nenek membawa ayahmu sudah menikah lagi. apa Putri tahu dari nenek juga?" tanya Kinan memastikan.
"Tidak bu Putri tahu sendiri karena Putri suka keluar rumah dan mendengar bahwa ayahnya Putri sudah menikah lagi. Apakah ibu akan itu baik-baik saja? Ibu jangan menangis dan terluka ya. kan ada Putri di sini," Putri langsung ibu-ibunya.
kinan mungkin nanti tersenyum dan memeluk putrinya itu lalu berkata pad Putri," Iya Putri Ibu sama sekali tidak terluka dan tidak akan menangis, karena. Ibu kan punya Putri yang kuat dan hebat. Terima kasih ya sayang Putri Ibu yang hebat, "ujar Kinan memeluk putrinya.
hari-hari Kinan terasa sulit setelah mengetahui Putri pun sudah mengetahui bahwa ayahnya sudah menikah lagi. Kina tahu Putri terluka dan kecewa karena ayahnya sudah tidak lagi memperdulikan nya bakal menikah dan memiliki kehidupan baru lagi.
Kinan tahu, sebenarnya Putri terluka dan bisa saja beberapa waktu yang lalu Putri demam karena memikirkan ayahnya. Kinan ingin sekali mencari tahu bagaimana perasaan Putri saat ini tetapi Putri tidak lagi suka mengatakan apa apa padanya. Putri tertutup padanya. Tapi Ia selalu ceria.
Kinan diam saja melihat putri yang tertutup padanya tetapi selalu ceria yaitu. Kinan selalu perhatikan tumbuh kembang anak-anaknya terutama Putri. kalau nisa anaknya memang lebih suka diam saja. Meski begitu Nisa juga aktif saat diluar bermain dan ceria.
beberapa pekan lagi Putri dan Nisa akan masuk sekolah SD beruntung sekali tabungan Putri cukup banyak untuk membeli keperluan mereka. barang-barang yang waktu dulu pernah dibawa oleh Dimas dan Ermawati sama sekali tidak pernah datang lagi setelah dibuang oleh sang ibu. tetapi Kinan bersyukur bahwa selalu saja ada rezeki untuk dia dan anak-anak meskipun tanpa sang suami lagi.
"Aku harus kuat, buat anak anak. Apalagi Putri. Dia selalu melihatku bersedih jadi terlihat terbebani karena aku. Putri sudah bisa memahami aku, ah aku jarus semangat. Aku pasti bisa. Mas Dimas sudah memiliki kehidupan baaru bersama keluarga barunya. Aku pun harus terus bangkit untuk anak anak. Aku harus bisa. Nggak ada yang bisa anak anak andalkan selain aku. Nenenk mereka sudah semakin tua. Pakde Dewok pun tak bisa selamanya bisa untuk kami andalkan, karena itu aku harus berusaha sendiri,"ujar Kinan menyemangati dirinya sendiri.
hari demi hari pun berlalu hingga tiba Akhirnya hari Putri pertama kalinya masuk sekolah bersama dengan KhoirunNisa Azzahra adiknya. Putri sangat senang sekali karena bisa sekolah.
lebih senang lagi karena Rain sahabat barunya ternyata adalah kakak sekelasnya sendiri. Rain sekarang kelas 2 sementara Putri dan Nisa baru kelas satu.
Maka setiap pagi mereka selalu bertiga selalu pergi bersama-sama. karena sudah sekolah dan selalu masuk pukul 7pagi, maka Putri bahkan lebih pagi lagi menjajakan kuenya.
meskipun sudah dilarang oleh ibunya putri ngotot tidak mau sekolah sebelum menjajakan kuenya. bahkan ketika pergi sekolah pun masih membawa kue yang akan dijajah kayaknya ke teman-temannya di sekolah tak hanya itu, bahkan beberapa kue-kue dititipkannya ke kantin sekolah.
Putri sama sekali tidak merasa malu ataupun berkecil hati dengan pekerjaannya. Yang ada bahkani putri merasa bangga dengan hasil penjualan kue. dirinya setiap hari bisa menabung untuk kebutuhannya dan juga sang adik bahkan juga membantu untuk ibu membeli s**u sang adik yang kini sedang.belajar berjalan.
Putri sangat senang sekali bisa membantu ibunya. Kalau ingin jajan dirinya sudah punya uang sendiri bahkan bisa memberi Adiknya juga jajan.
Hal itulah yang menjadi kesenangan Putri, kebahagiaan bagi dirinya. Putri tidak lagi menadahkan uangnya kepada sang Ibu bahkan bisa menabung.
Rayen bahkan ikut membantu. Dikelasnya Ia mempromosikan kue kue jakan Kinanti yang dibawa oleh Putri. Banyak teman temannya yang ikut membeli.