13. RAYEN

1490 Kata
sudah 1 minggu tetapi Dimas dan Ermawati tidak lagi kembali ke rumah orang tua Kinan. Kinan sendiri sudah mengubur harapan untuk kembali bersama dengan Dimas. perlakuan dari ibunya terhadap kedatangan Dimas dan kakak iparnya kemarin benar-benar membuat dirinya tak bisa melakukan apapun. Kinan sudah setahun ini berada di rumah Ibunya dan tidak satu kalipun Dimas menengok mereka. tentu saja Ibu nya terluka Begitu juga dengan dirinya. Kinan sangat terluka hingga ingin rasanya mengakhiri masa itu tetapi Apa Daya dirinya dirinya pun tak mampu melakukan itu. Sejujurnya Kinan ingin bersama dengan sang suami tetapi kata-kata dari ibunya ada benarnya juga. Dimas tidak peduli kepada mereka. bukan sebuah alasan jika bekerja jauh dan tidak bisa menunggu melihat anak dan istri. Tak Bisakah satu kali saja dalam 1 bulan pulang dan menengok mereka? dulu juga dimas pernah bekerja di luar kota tapi selalu menyempatkan diri untuk pulang setiap akhir pekan, menengok dirinya dan anak-anak pada akhir pekan. Lantas kenapa sekarang tidak dilakukannya lagi? itulah yang selalu menjadi pertanyaan Kinan dan tak mau maafkan Dimas. "Ibu melamun? Ibu mikirin Ayah ya?" Putri yang selalu mendapati ibunya sedang malam udah nampak banyak pikiran itu selalu mengejutkan Kinan. Putri sebisa mungkin tidak ingin ibunya banyak melamun meskipun Jujur saja dirinya masih ingin ibu dan ayahnya kembali bersama. "Nggak kok sayang,"kata Kinan tersenyum. "Ibu mikirin Ayah ya? Ibu jangan terlalu banyak pikiran nanti Ibu sakit lagi. Nggak boleh sakit karena Putri Pengen lihat ibu bahagia. adik bayi masih terlalu kecil kalau ibu sakit gimana? Ibu jangan terlalu banyak pikiran ya biarin aja sih ayah nakal sama ibu. Ada Putri sama adik Nisa sama Adik bayi juga di sini untuk ibu. ibu harus keluar dan enggak boleh sedih lagi,"kata putri memeluk sang Ibu membuat kena melelehkan air mata. "Oh putri sayang. maafin ibu ya nak, "ujar Kinan. " ibu nggak boleh minta maaf dan sedih lagi ya. Putri ikhlas kau kalaupun seandainya ayah sama ibu harus berpisah tapi Ibu enggak boleh sedih dan sakit. Kasihan bayi kalau ibunya sakit. Putri nggak bisa merawat adik bayi jadi ibu harus kuat dan selalu sehat. Iya Bu? "ujar Putri kembali mempererat pelukannya kepada sang Ibu membuat semangat Kinan kembali bangkit. "Iya Putri bakalan kuat ibu bapak yang sehat buat kamu dan adik-adik kamu. Putri juga yang semangat ya Nah jangan terus menerus Nanyain Ayah lagi. Putri nggak mau kan nenek marah lagi sama Putri? jadi putri jangan nanya Ini ayah lagi ya nak,"kata Kinan mengingatkan pada Putri. 3 hari yang lalu Putri bertanya kepada sang ibu yang tiba-tiba saja sudah sang nenek rupanya di belakang mereka. Putri ingin bertanya Mengapa ayahnya disuruh pulang malam-malam itu Bersama sang Bude. "bu Putri mau nanya kenapa ya malam kemarin waktu ayah datang sama bude Malah di usir sama nenek? Putri liat nenek marah marah. Kenapa ibu diem aja?"tanya Putri. "itu Putri nenek sama ayah kamu apa ya namanya, " Kinan kesulitan menjelaskan kepada Putri. "kamu ngapain sih Nanyain Ayah kamu terus? Ayah Kamu tuh jahat dan terlantar in kamu sama ibu kamu bahkan nggak mau nengokin Adek kamu. seharusnya dari kemarin Ayah kamu tuh datang. tapi ini Nggak udah setahun baru datang ke mana aja dia? Dasar laki-laki nggak bertanggung jawab. kamu nggak boleh lagi ya Nanyain Ayah kamu, nanyain Bude kamu itu. nenek nggak suka. kalau Putri masih mau tinggal sama nenek Nggak boleh lagi Nanyain Ayah lagi, nanyain keluarga Ayah, apalagi Bude. Apa lagi Abang kamu itu. nenek nggak mau. kalau Putri nggak mau dengar kalau nenek marah sama Putri. kalau nenek nggak suka artinya nenek nggak suka. jadi putri Enggak boleh nakal. kalau putri nggak mau nurut mending pergi aja sana. Tuh tinggal di kolong rel sana, mau?"tanya sang nenek yang membuat Putri bergidik ketakutan, dan.bersembunyi di balik tubuh sang ibu. "Bu jangan begitulah, kan Putri juga jadi takut,"kata'Kinan mengingatkan. "Biar aja. Ibu sengaja. Biar dia tahu, jangan.nanya nanya ayahnya yang nggak cuma itu. Jammu juga jangan harapin Dimas lagi. Awas aja ya ibu dengar masih ada nama pria itu diantara kalian, angkat kaki dari sini, jangan anggap aku ibu dan nenek kalian,"maki Suriyem. Sejak itu Kinan melarang Putri bertanya tentang ayahnya. Putri menurut. Tapi Putri jadi berbeda. Anak itu jadi pendiam. Tak lagi banyak bicara atau bertanya. Berhari hari keceriaan Putri nampak menghilang. Kinan cemas. Tapi jika ditanya, Putri akan menjawab dia baik baik saja. Berhari hari Putri begitu, hingga akhirnya anak yang biasa ceria itu demam. Semangat nya nampak pudar Meski badannya panas, Putri ngotot mau berjualan. Putri yang biasanya ceria dan bermain ketika siang hari ini tidak. D lebih suka di rumah dan tertidur Tanti kita berteman sama mencemaskannya tetapi Putri bersikap biasa saja ketika bersama kinantan tidak lagi menceritakan semua hal yang dirasakannya kini benar-benar khawatir. "Putri Kenapa sayang? kau tidak Biasanya seperti ini? Putri juga tidak pernah lagi bermain keluar apa Putri berantem sama teman Putri? apa Kenapa?? tanya Kinan khawatir sambil merebahkan Putri yang terasa sedikit hangat. "Putri baik-baik saja Bu Beneran deh putri ini baik-baik saja ibu jam-jam masuk lurus aja Dek Nisa sama Adik bayinya Mungkin adik bayinya rewel," ujar Putri sambil melangkahkan kakinya keluar kali ini dirinya pun memutuskan untuk keluar sebentar. nampak dari kejauhan Putri melihat ada sebuah mobil besar yang tengah menurunkan barang-barang bawaannya. sepertinya ada seseorang yang baru saja pindah buktinya banyak tetangga yang membantunya. "Putri Kemana saja sudah beberapa hari tidak main ke rumah tante?" tanya seorang tetangga kepada putrinya Putri bukan menjawab hanya tersenyum saja Kemudian masih saja memperhatikan tetangga barunya. "putri putri lihat kita bakal ada teman baru namanya Rayen besok kita ajak main ya, "ujar seorang teman Putri nampak sana melompat-lompat di depan Putri. "Rayen, nama yang aneh,"kata Putri. Keesokan paginya ketika pagi-pagi sekali Putri Tengah menjajakan kuenya seorang anak lelaki Tengah menunggu di pinggir jalan. malam itu nampak memanggil Putri ketika Putri melewatinya. "hei hei Tunggu sebentar aku kamu jualan kue? Aku mau beli?" Panggilan kepada putri. Putri tidak menjawab hanya berbalik badan Pemuda mangga ke arah anak lelaki itu. anak lelaki itu pun tersenyum melihat hamparan kue dijajakan oleh putri dan memilih banyak kue kemudian memanggil Ibunya dan membayar. "Wah kamu pintar sekali Namanya siapa? udah sekolah belum?" tanya ibu anak lelaki itu. "Nama saya Putri Tante terima kasih sudah membeli saya belum sekolah insya Allah tahun depan sekolah masuk SD," jelas Putri. "namanya putri ya putri tante tetangga barunya putri-putri tinggal di mana di dekat sini juga? ini anak-anak yang namanya Rayenn," ujar ibunya Rayenn memperkenalkan anaknya. Putri hanya mengangguk dan tersenyum kemudian meminta izin untuk pergi Rayan dari jauh memperhatikan Putri kemudian mengikuti langkah kakinya. "kamu mau jualan lagi sampai jalan ke mana?" tanya Rayean kepada Putri. "loh kok kamu ngikutin aku sih? nanti kamu selesai jalan lho? kamu kan anak baru di sini. Nanti malah tersesat li,"kata ujian Putri menginginkan sambil terus menjajakan kue-kuenya. Rayan tersenyum mendengar ucapan Putri kemudian berkata, "rumah kita kan deketan aku kemarin lihat ke kamu keluar dari rumah di dekat rumahku Jadi kalau kamu udah selesai jualan Kamu pasti pulang ke rumah kamu itu artinya aku pasti bisa menemukan kembali rumahku," ujar Rayen tersenyum. Putri tidak mengerti ucapan Rain malah geleng-geleng kepala. "Put, nanti kamu mau SD mana? Aku juga sudah SD kelas 1 kamu masuk SD yang aku sekolah aja ya? "ujar Rayen Terus mau ngajakin Putri berbicara. "Aku nggak tahu mau SD di mana kira-kira yang murah aja yang nggak bawel gurunya terus minta bayaran ini itu "aku juga harus sekolah bareng adik aku jadi aku nggak bisa keluar uang banyak. makanya itu aku sekarang nabung biar bisa sekolah tahun ini. soalnya adikku juga mau sekolah barengan aku tahun ini memang kamu SD mana?" tanya Putri akhirnya bertanya menanggapi rayen. sepanjang perjalanan sama yang menjajakan kuenya Putri dan Raina saling berbicara menceritakan masalah mereka tanda bukti tapi lebih banyak Putri yang menceritakan masalah kepada Rayan. akhir-akhir ini tidak pernah lagi berbicara kepada siapapun tapi kepada Rayan dia mulai membuka dirinya lagi. Putri senang berbicara dengan Rayan Rayan orang yang sangat ceria dan paling bisa menggali dan mencari tahu apa yang dirahasiakan Putri. cukup lama Raya menemani putar menjajakan kuenya hingga akhirnya mereka pun pulang dengan bakul kue yang sudah kosong ketika sudah sampai di depan rumah neneknya Putri pun berkata "Rayan itu rumah kamu beberapa rumah dari sini Kamu ingat kan? Terima kasih sudah menemaniku hari ini dan mengajakku berbicara Tan. aku merasa lebih baik sekarang kamu teman yang baik," Puji Putri kemudian. "Terimakasih kembali,"Rayen tersenyum. "Apa sekarang kita berteman?"tanya Rayen penuh harap. Putri mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Rayen. Rayen tersenyum lebar mendapati anggukan Putri. Ia nampak senang sekali. "Iya kita sudah berteman Raya nanti siang bermain bersama kami. Aku biasanya bermain di rumah Devi itu rumah yang berwarna hijau. ibunya sangat baik suka memberi makan anak-anak dan mengumpulkan anak-anak juga. Devi juga punya banyak mainan kami suka sekali bermain di sana sampai sore. kau ikut lah?" aja Putri kepada Rayan. "Waaaah ia Tentu saja aku pasti akan ikut bermain juga. Terima kasih sudah mengajakku,"kata Rayen yang tersenyum Kemudian berpamitan untuk pulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN