10. PENDARAHAN HEBAT

1908 Kata
Selang tiga puluh menit kemudian, barulah Dewok dan ibunya tiba. bayi mungil Kinan sudah tertidur disisi Kinan. semantara Putri dan Nisa tak hentinya memandangi adik kecil mereka yang nampak menggemaskan itu. "wuah adiknya Nisa sama Putra ganteng ya. di kasih nama siapa sayang?" Sapa Dewa membelai kepala Putri dan Nisa. "Putri Nggak tahu Pakde tanya ibu aja. Oh iya bukannya adik bayi itu harus di adzanin ya Pakde adzan in Adik bayinya Pakde," ujar Putri mengingatkan dewok. dewok pun langsung teringat dengan semua Azani keponakannya yang tampan itu. setelahnya barulah dirinya bertanya kepada Kinan Bagaimana keadaannya Kinan mengatakan bahwa kepalanya sedikit merasa pusing Selain itu semuanya baik-baik saja. "Kamu merasa pusing Kinan? Bagaimana ini dewok perasaan semuanya baik-baik saja ayo tanya Bidannya dulu,"kata ibunya khawatir. Dewa pun kemudian mencari bu bidan dan bertanya Mengapa kepala Kinan sudah melahirkan masih merasa nyeri. ubi dan mengatakan bahwa tensi darah Kinan tadi cukup tinggi ketika akan melahirkan. sekarang sudah mulai stabil meskipun kepalanya mulai masih terasa nyeri. bu bidan sudah memberikan obat kepada Kinan mungkin obatnya belum bereaksi begitulah penjelasan perbedaan. untuk sementara waktu ini Kinan belum diperbolehkan untuk pulang Bila perlu menginap dulu di rumah bu bidan atau bahkan rumah sakit sekalian. Bu bidan takut jika Kinan akan pendarahan setelah ini. semoga saja tidak begitu kata bu bidan. "bukit yang tadi saat datang ke sini saya langsung periksa tensi darah yang cukup tinggi Pak Dewa. makanya saya sebenarnya khawatir tetapi tadi permukaannya sudah mencapai tujuh saat tiba ke sini. ke berapa lama kemudian pembukaan langsung Terus naik hingga ke-10 dan akhirnya melahirkan. Alhamdulillah selama proses melahirkan Tadi semuanya baik-baik saja. tapi saya sarankan agar bukit dan dibawa ke rumah sakit saja atau setidaknya menginap dulu di sini. Saya takut nanti akan Kenapa Kenapa kamu tadi saja masih cukup tinggi mungkin obat yang saya berikan sebelum reaksi saja, "ucap ibu Bidan dan kemudian Mengingatkan untuk selalu mengawasi Kinan. "tapi kenapa ya bumi dan tiba-tiba saja Kinan menderita darah tinggi seperti ini? perasaan saya Adik saya tidak ada riwayat penyakit darah tinggi? Bu saya juga memang tidak ada penyakit darah tinggi nya dok, "tanya dewok tak mengerti. "mungkin serangan darah tinggi ini tiba-tiba Pakde Wak mungkin tidak perlu riwayat seperti itu mungkin saja tadi memang sedang datang serangan darah tinggi Untung saja langsung kemari kau tidak bisa bisa keponakan Pak dewok terkena juga. Untung saja langsung dibawa kemari dengan cepat. Untung saja semuanya baik-baik saja sekarang tadi kita berharap saja yang kita pantau terus saja keadaan bu Kinan 24jam ini kalau semuanya baik-baik saja baru boleh saya izin kan pulang. Saya bahkan menyarankan bikinan untuk dipisahkan kembali ke rumah sakit saja Pakdhe waktu tapi kalau tidak mau juga tidak apa-apa tapi yang jelas saya tidak menyuruh mungkin untuk dibawa pulang hari ini, "ujar bu bidan kemudian. "Ya sudah kalau begitu bu bidan biar Kinan dipantau terus aja di sini tante. saya Aku berjaga-jaga ke sini siapa tahu nanti ada yang dibutuhkan. bu bidan bisa telepon saya kalau saya nanti sedang pulang Ini nomor telepon saya," Depok meninggalkan nomor teleponnya khawatir juga dengan adik bungsu yang tiba-tiba saja baru diketahui menderita Sakit darah tinggi sementara selama ini tidak pernah ada riwayat sakit seperti itu. pun dari ibu dan nenek mereka ataupun ayah mereka sama sekali tidak ada yang menderita riwayat sakit darah tinggi seperti itu. "Bagaimana dewok? apa kata bu bidan yang?" tanya ibunya Kinan. "Iya Bu Kinan katanya penderita darah tinggi darahnya tadi sedikit tinggi saat baru datang kemari. untuk katanya cepet dibawa ke sini kalau tidak bisa bisa bayinya juga kenapa kenapa. Putri pintar ya Sayang. Oh ya tapi kita belum boleh diizinkan pulang Bila perlu Kinan harus dibawa ke rumah sakit dulu. kata dewok mending di sini aja dulu. jadi di pantau sama bu bidan nya. Bu bidan bilang kita harus memeriksa dan memantau Terus Kak dan Kina selama 24 jam ini. kalau seandainya ada apa-apa, nanti mending dibawa ke rumah sakit saja begitu kata bu bidan," jelas Dewak kepada ibu dan Kinanti di hadapan putri dan juga Nisa. Kinan nampak menarik nafas dalam Rudi mengembuskan yang mencoba menenangkan dirinya sendiri kemudian tersenyum kearah Putri dan Nisa. "Putri Terima kasih ya Sayang bisa juga makasih ya Nak kalian berdua hebat deh makasih ya," ujar Kinan mengucapkan terima kasih kepada 2 anak gadisnya. Kinan pun kemudian menginap di rumah bu bidan malam itu sementara Dewa pulang ke rumahnya. tetapi handphone Dewa terus aja di pantainya jangan-jangan bu bidan menelepon karena. memang malam harinya kembali darah tinggi Kinan naik bahkan anak bayinya pun belum diberi air s**u sejak tadi. berbeda melarangnya malah menyuruh bayinya untuk diberi ASI yang diperah dari Kinanti Kinanti tidak diizinkan nya untuk langsung ini sang bayi Takutnya kenapa kenapa begitu oleh sama bu bidan. "Bu.Kinan yang tenang, jangan terlalu memikirkan banyak hal. Biar darahnya stabil. Ini saya kasih obat tidur ya. Saya perhatikan ibu Kinan dari tadi malah nggak bisa tidur ya?"tanya bu bidan yang dari tadi mengecek kondisi Kinan. Semantara sang ibu, Nisa dan Putri tertidur di kasur yang sengaja di.bentang.oleh bu bidan untuk mereka istirahat. "Ya bu, saya nggak bisa merek dari tadi. Kepala sih nggak sakit, cima nggak.bisa tidur tidur,"kata Kina. "Iya ini udah saya kasih infus dan juga berkenan menang juga obat tidur di dalam infusnya Jadi bukan yang bisa istirahat malam ini dengan tenang. gak usah dipikirin apa-apa saya juga bakalan terus mantau bu kinan malam ini. Semoga semuanya baik-baik saja ya. bu kinan tenang saja kalau lagi ada masalah jangan terlalu dipikirkan Insya Allah semuanya baik-baik saja. bayinya juga ganteng dan anteng-anteng aja tadi bu. beruntung sekali ibu. adik kecilnya juga pada pintar semua ya dari tadi bantuin Ibu Terus," Puji sang bidan kepada Kinan. Kinan hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Setelahnya obat tidur namapak bereaksi. Mata Kunan pun terlelap dan bisa tertidur dengan nyenyak hingga pagi. "Bagaimana keadaan kemungkinan? Apakah kepala kamu masih sakit? apa perlu kita ke rumah sakit aja?" tanya Dewa ketika pagi hari. pagi-pagi Depok sudah datang dan memeriksa keadaan adik bungsunya itu. "enggak bang kepalaku enggak sakit lagi kok. semalam aku nggak bisa tidur tapi dikasih obat tidur sama bu bidan dan sekarang aku merasa baik-baik aja kok. abang udah mau berangkat kerja? kerja aja Aku baik-baik saja kok," ucap Kinan tak ingin membuat semua orang khawatir. "Apa kamu yakin kamu baik-baik saja Kinan? kalau kamu merasa sakit atau apa kita bisa ke rumah sakit saja. peralatan di rumah bu bidan katanya tidak terlalu lengkap kalau kamu ke rumah sakit bisa diperiksa seluruhnya dan banyak orang juga jagain kamu. Kamu tidak perlu pusing sama biayanya maka Abang usahain. asal kamu baik-baik saja. jadi ngomong aja sama abang Apakah kamu baik-baik saja? Apanya yang sakit? jangan sampai abang udah berangkat kerja malah kepikiran kamu yang kenapa kenapa. Abang juga enggak bisa pulang kalau lagi kerja soalnya handphone juga nggak boleh diaktifin hari ini. Jadi gimna?"tanya Dewok. "Nggak bang. Aku baik baik saja,"kata Kinan tersenyum. "Ya syukur kalau gitu. Abang mau berangkat. Kalau apa apa telpon abang. Abang usahain segera kemari, buk titip si Kinan, kabari Dewok kalau Kinan kenapa kenapa. Pulangnya nanti sore saja. Nanti Dewok yang minta sama bu Bidannya,"kata Dewok lagi. Ibu Kinan hanya mengiyakan dan mengangguk. Dewok pun pergi bekerja. "buk, kinan pengen mandi apa enggak boleh ya Mandi? Kinan juga gerah ni makai Pampers aja dan disuruh pipis kayak begini. dulu kan Kinan juga langsung gerak ini kok malah disuruh baring aja. Kinan gak enak banget rasanya duduk aja susah apa nggak boleh yakin mandi?" tanya Kinan merasa sangat gerah atas tubuhnya yang belum mandi dari kemarin sore. "kalau kamu duduk aja kesusahan gimana mau mandi kinan. Kinam udah enggak usah macem-macem nanti malah kenapa kenapa lagi tadi. Kamu tahan aja dulu. aku mau pulang dulu sebentar nggak papa kan ibu tinggal?" ibunya Kinan merasa perlu untuk pulang lebih dulu sebentar. seharusnya ibunya Kinan tadi pulang sebentar saat dewok datang tetapi dia tidak terpikir seperti it. Saat Dewok udah pulang malah baru terpikir saat sekarang saat sudah pulang. "Iya sudah Bu Nggak papa Ibu pulang ajakin juga baik-baik aja kok. Putri sama Nisa mau ikut nenek pulang?"tanya Kinan. Nisa mengangguk. Semantara Putri tidak tega meninggalkan sang ibu sendirian. Nisa akhirnya ikut neneknya pulang kerumah. Cukup lama sang nenenk dan sang adik pulang. Sementara adik bayinya nampak anteng saja di kasur bayi. Putri sudah gemes. Ingin rasanya segera menggendong adik bayi. Tapi Kinan masih melarangnya. "Put, Coba putri cari bu bidan gih. kok kepala Ibu jadi sakit lagi ya," ujar Kinan lagi sambil memegang kepalanya, Kinan kali ini yang sudah bisa untuk duduk. Putri pun mengiyakan kemudian pergi ke dalam mencari bu bidan. bu bidan pun datang lagi bersama sambut si Putri. bu bidan segera memeriksa keadaan Kinan. dengan tensi darah kembali tinggi membuat ubi dan sedikit khawatir. meringis kesakitan di bagian perutnya. saat dicek oleh bu bidan ternyata Kinan sudah pendarahan. bu bidan pun segera memasang kantong darah untuk menyelamatkan Kinan. untuk ibu bidan sudah mengantisipasi keinginan. dia sudah berpikir kalau kita pasti akan pendarahan dan benar saja kena benar-benar pendarahan. Jadi Bu bidan Sudah stok 3 kantong darah untuk Kinan. golongan darah Kinan adalah o dan sudah ada 2 kantong lagi yang ibu bidan simpan sengaja untuk Kinan. bu bidan segera memberi kabar kepada dewa dengan menelponnya tetapi handphone Dewa tidak bisa menyambung. bu bidan Bu Hanya mengirim pesan kepada dewa mungkin saat ini dia sedang bekerja. Mungkin handphone dewok dimatikan. memang tadi sudah mengatakan kalau jika sedang bekerja Dewa mematikan handphonenya takut akan mengganggu. bu bidan terus mengawasi Kinan yang nampak pusing itu sudah banyak darah yang keluar bahkan merambah ke mana-mana bahkan sudah 3 buah pempers yang dibuang oleh eh bu dokter. bu dokter bahkan sudah memanggil rekannya untuk mengawasi Kinan. beruntung 2 orang dokter bisa datang ke rumah Bu bidan itu dan memeriksa Kinan. "sepertinya Bu Kina sudah nggak papa lagi kok Mbak. Tapi perlu kita awasi terus. lebih baik jangan suruh ke mana-mana disuruh berbaring aja terus. jangan lupa obatnya juga dikasihin terus. gimana anaknya apa baik-baik aja? tanya rekan bidan. "anaknya anteng-anteng aja tuh dok. semuanya baik-baik aja. gak tau kenapa malah si baby malah anteng aja tidur. sesekali kencing terus saya ganti dan tidur lagi. tidak rewel sama sekali padahal ibunya lagi sakit begini. Beruntung banget rasanya,"kata bu.bidan lagi. Setelah diberi obat, lagi lagi Kinan tidur. Bu bidan mengingatkan P utei agar jangan menyuruh ibunya duduk sementara inu. Hanya berbaring saja, sampai Kinan tensu darahnya stabil. Putri juga mengatakan apa boleh ibunya mandi. "jangan dulu ya Putri sayang. ibunya lagi sakit jangan disuruh berdiri apalagi bangun dari tempat tidurnya. ibunya suruh rebahan aja walaupun nggak tidur. nanti tensi Ibu naik lagi dan darahnya naik lagi nggak mau Kan ibu sakit lagi. Putri harus jagain ibu dan juga adik bayinya ya. jangan sampai adik bayi sama ibunya kenapa kenapa. ibu ini beberapa hari ini mesti tinggal dulu di sini. biar kondisinya stabil dan bisa terus dipantau sama Budi dan tanda. putih lihat dia ibunya Kalau duduk apalagi bangun dari tempat tidur bilangin sama bu bidan ya. Nanti bu bidan yang jewer," cannda dokter kepada si Putri membuatknya tersenyum. 2 jam kemudian barulah ibunya Kinan Dan nisa kembali. mereka Melangkah dengan biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Putri ingin sekali rasanya marah kepada sang nenek tapi untuk apa? jadi putri hanya diam saja barulah ketika masuk bumi dan langsung menegur sang Ibu pasien. "Ibu tadi dari pulang ya? Kok lama sibuk? kan udah saya pesenin jangan terlalu lama ninggalin Kinan itu tadi keinginannya sampai drop malah kembali pendarahan hebat. Untung aja saya udah stok darahnnya. Saya bahkan sampai harus manggil dua dokter lainnya untuk memeriksa Kinan. takut bu kinannya kenapa-kenapa. Untung aja si Putri Ada di sini dan langsung panggil saya tadi, "ujar bu bidan melotot. "loh kok Bu bidan malah melototin saya gitu sih? Saya kan nggak tahu kalau kita bakalan kenapa-kenapa kan tadi juga ditanyain kiranya bilang nggak kenapa-kenapa kok," ujar ibu yang kini membela diri. ibunya bidan cuman menarik nafas kemudian melanjutkan meninggalkan ibunya Kinan. ibunya kita malah ngomel-ngomel sendiri dan masuk ke ruangan Keenan. "itu kinannya aja malah tidur?" ujarnya heran sendiri. sang nenek kemudian bertanya kepada putri apa yang terjadi kepada ibunya putri sang nenek pulang Tante Putri pun menceritakan bahwa tadi Ibunya mengeluh sakit kepala dan langsung ibu bidan memberikan pertolongan kepada ibunya Kinan. ibunya Kinan diberi obat dan juga darah. bahkan ada dokter juga 2 orang yang datang menolong Kinan. "Iya nek, tapi ibu sakit kepala terus Putri manggil ibu bidan. Ibu bidan liat ibu banyak darah diyang bokongnya. Ibu dikasih kantong darah, disuntik, sigantiin panpersnya sampe banyak sekali nek. Bahkan tadi bu bidan telpon dokter dia buat datang ke sini baru ibu tidur dan katanya nggak apabisa apa lagi. Ibu nggak boleh duduk, nggak boleh ke.kamar mandi, di Suruh baringan aja terus. Walau nggak tidur harus selalu baringan. Belum boleh pulang kata bu dikter tadi nek,"kata Putri panjang lebar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN