meskipun kemarin sempat pendarahan hebat bahkan menghabiskan 5 kantong darah namun hari ini, Kinan sudah merasa lebih baik. keadaan Kinan sudah merasa lebih bugar karena. kepalanya juga tidak pusing lagi. Begitu juga tensi darahnya pun sudah berangsur normal.
Bu bidan juga sudah mengizinkan dirinya untuk duduk bahkan juga berjalan sesekali. namun bu bidan masih menyurutkan yang banyak-banyak berbaring. takut jika tiba-tiba saja tensi darah yang kembali tinggi. Meski Kinan tidak pernah memiliki riwayat darah tinggi tapi bisa saja hal itu kembali terjadi. dan bu bidan tidak menginginkan hal itu terutama lagi Kinan yang baru saja melahirkan.
"saya sarankan hanya untuk berbaring saja dulu mungkin memang sudah lebih baik lagi komisinya tapi akan lebih baik lagi kalau Hanya berbaring. Ya bolehlah sesekali untuk duduk bahkan berjalan-jalan Tetapi lebih sering lah berbaring dan jangan terlalu banyak pikiran lagi. saya sarankan juga untuk keluarga juga jangan terlalu membebani bikinan dengan pikiran-pikiran yang membuat tensi darah yang kembali tinggi. apapun yang terjadi dalam rumah tangga atau ada masalah apa pun sebisa mungkin dijauhkan dari bu Kinan. mungkin pada saat-saat sekarang. mungkin bu Kinan masih sangat rentan kembali mengalami darah tinggi. jika terlambat lagi mungkin saja kita akan kehilangan dirinya bahkan mungkin akan mengalami stroke ringan. karena itu dijaga ya Bu saya tidak mengalami hal ini lagi, "ujar bu bidan mengingatkan.
mendengar saran dari dokter ibunya Kinan dan juga Abangnya Kinan dewok pun mengingat hal tersebut dan menjauhkan hal-hal yang membuat kita menjadi capres ataupun darah tingginya kumat. mereka juga tidak membahas Kemanakah keluarga Dimas yang tidak datang menjenguk atau apapun mereka sama sekali tidak membahasnya meskipun Jujur saja mereka sudah kesal dengan Dimas. Jika benar Dimas ada di dekat sini Kenapa dia masih tidak peduli kepada anak istrinya. tiap telinganya pasti mendengar jika istrinya baru saja melahirkan.
"meskipun kita nggak bisa ngomong di depan kanan tapi Ibu bener-bener kesel banget Masa iya kupingnya itu nggak bisa dengar kalau istrinya baru saja melahirkan karena kayaknya nggak mungkin Irmawati nggak dengar kalau adiknya itu baru saja melahirkan? nggak mungkin juga dia nggak bilang kan sama Dimas? lagian juga kalo memang Dimas ada di dekat sini Pasti dia tahu kalau bikin lagi hamil besar dan sekarang ini lagi melahirkan tapi memang benar-benar keterlaluan laki-laki itu. huh Awas aja kalau dia sampai datang bakal Ibu Pites pites terus dia," ujar Ibu Kinan.
"walaupun ibu kesal dan Dewok juga kesel, tapi Ibu juga gak boleh ngomongin Dimas dulu di depan kinan. ngomongin kakaknya si Ermawati juga nggak usah. kita urusin aja dulu Kinan aja sama anak-anaknya. terserah lah gimana nantinya kalau Gimana. Kinan udah sehat kan nanti kita pikirin lagi bagaimananya. kalau sekarang Mending kita jaga kinan sama anak-anaknya. Urusan Dimas Ya terserahlah bagaimana nanti. selama hampir 1 tahun ini kita baik-baik saja kan tanpa Dimas. tanpa uang Dimas. Jadi untuk apa lagi kita mikirin dan menantikan uangnya Dimas? itu selama ini anak-anak ini juga makan di rumah dan nggak ada satu kali pun Dimas nganterin uang apa lagi nengokin mereka. itu sudah jadi alat kita buat sidangkan dia ke pengadilan. tapi ya itu juga bakal kembali lagi ke Kinan. Kinan yang hanya bisa melaporkan dia ke kantor urusan agama . bukannya kita. jadi sebisa mungkin mending kita jaga kesehatan Kinan dulu untuk saat saat sekarang ini,"kata Dewak.
"Ya kamu bener sekali Dewok. Dimas juga nggak sekalipun datang nengokin anak sama istrinya. Dasar laki laki.itu. Ada sih si mbakyu nya, si Erma yang datang, berapa kali. Tapi nghak ibu bukain pintu. Ibu udah terlanjur kesel sama dia Kenapa juga dia biarin adiknya itu pergi. Memang sih bukan salahnya dia tapi ibu udah terlanjur kesel sama Irma juga. a maka yang ngelihatin si Dimas gak Bikin kesal. Jadi ibu nggak kasih muka ke Ermawati pas dia kemarin datang mau nengokin keponakannya. Biarin aja si Putri juga Ibu Larang buat Bukain pintu ya cuman diem aja nurut. si Nisa aja tuh yang nangis-nangis nggak tahu kenapa. kalau si Dimas gak ada satu kali pun. udah mati kali tu orang. ibu benar-benar kesal sama mereka. apalagi sekarang Mana mungkin dia mau datang nengokin anaknya yang baru lahir ini. Huh.. jangan telinga yang juga udah b***k nggak mau lagi tentang anak istrinya, keterlaluan memang,"maki ibunya kesal.
"udah nggak usah ikutan kesal sama si Dimas Biarin aja si Dimas Bagaimana. Ibu juga jangan marah-marah sendiri terus begitu nanti Ibu ikutan darah tinggi pula keyakinan. si Kinar udah darah tinggi Ibu juga ikutan darah tinggi terus Dewok bagaimana ngurusin kalian berdua? udah nggak usah marah-marah lagi nanti aja Bagaimana urusin si Dimas. kita laporannya ke polisi karena udah lantarin anak istri. itu urusan gampang. Yang sekarang kita pikirin sekarang itu ada lagi nang dan titik urusin anak-anak Inan. nah ini Sebentar lagi kita mau pulang tapi besok ataupun hari ini gimana bu ibu ada simpanan uang nggak? kira-kira kenal ada uang nggak? jawab sih ada cuman takutnya nanti kurang kan kita nggak tahu soalnya udah berapa hari ini di sini? udah berapa kantong juga bisa cara buat kemaren pendarahannya Kinan kan kita nggak tahu. ya antisipasi aja sih. semoga uangnya dewok cukup, "ucap dewok pada akhirnya akan bicarakan juga masalah administrasi kelahiran Kinan.
"Ibu si mana ada simpanan dewok. Gak tau tuh Si Kiran katanya Kinan si dia ada simpanan. nanti kita tanya aja. Kamu tanya aja dulu berapa kira-kira sama bu bidan sama Seluruhnya itu dan hati-hati nanti kita bisa siapin. seandainya uangnya kamu kurang kita bisa tanya kinanya. atau kita tanya Kinan Langsung aja. Bagaimana? terserah kamu kalau nggak cukup juga cari dulu pinjaman jangan sampai enggak bisa bayar enggak bisa pulang dari sini, "Ibunya menyuruh Dewok pada akhirnya menanyakan urusan administrasi langsung kepada bu bidan.
Dewa pun kemudian menanyakan urusan administrasi ini kepada bu bidan. syukurnya bu bidan memberikan keringanan biaya kepada mereka. bu bidan hanya meminta uang sebesar rp6.500.000. setelah mendengar Berapa jumlah yang harus mereka bayar dewok pun langsung berunding kepada sang ibu.
"bu dewok sudah nanya sama Budi dan jumlahnya rp6.500.000. Dewok punya uang cuma empat juta. Ini aja tabungan Dewik 3 juta sana minjem kantor sejuta. Bagaimana dengan sisanya bu?" tanya Dewa kepada sang ibu.
"Bagaimana ya kalau kita minta tempo dulu sama ibu bidan. kira-kira dikasih nggak? Ibu rasa Kinan yang punya uang simpanan. Kalau nggak satu juta apa satu juta lima ratus. Nanti aku tanyain aja kak sama Kinan. untuk sisanya coba kamu tanya Bu bidan apa bisa nanti untuk 1 bulan ke depan dicicil aja. Ibu bisa kerja keras buat itu. semua diangsur atau dicicil begitu coba tanyain dulu ," ujari ibunya kemudian.
pada akhirnya Bu Dina pun mengalah dan memberikan angsuran hanya Rp6.000.000 jadi Sisanya hanya akan diangsur oleh sang ibu. Kinan pun kemudian memberikan uangnya Rp1.500.000 kepada sang ibu untuk membayar biaya persalinan nya. besok kan paginya mereka sudah diperbolehkan bu bidan untuk pulang.
"Terima kasih banyak ya bu bidan sudah mengizinkan kami pulang. Bahkan ibu kuga udah ngasih kan keringanan biaya. sisanya pasti apa saja cicil bu bidan,"ujar Kinan saat berpamitan kepada bu bidan.
"udah nggak usah terlalu dipikirkan Ibu Kinan yang penting Ibu sehat dulu. urusan sisanya bisa besok besok atau lusa tanda titik-titik kelas kau membantu. Jadi Ibu jangan terlalu pikirin semua hal itu yang penting kesehatan ibu membaik," ujar bu bidan mengingatkan.
Kinan sangat bersyukur sekali atas kebaikannya bidan yang telah membantunya nelahirkan dan melonggarkan biayanya. Kinan pulang dengan keadaan bahagia meskipun suaminya tidak juga kunjung datang.
"ke mana kamu Mas kenapa kamu nggak sedikit pun peduli sama aku sama anak-anak? mungkin Kuping kamu itu nggak dengar kalau aku udah melahirkan. mbak Erma juga nggak datang apa mereka semua takut sama ibu? itu bukannya alasan untuk gak nengokin aku sama anak-anak," batin Kinan ketika Sore harinya setelah pulang dari rumah bu bidan.
"Kinan? kamu melamun?"tanya Dewok tiba tiba sudah disamping Linan.
"mas, nggak kok, cuma nengok luar aja liat orang orang,"kata Kinan berbohong.
"Sudahlah, tak perlu pikirkan Dimas itu. Mas tahu kamu masih mikirin itu kena. Iya sih wajar kan tapi nggak perlu segitunya juga Dek. kamu juga udah lama di sini hampir setahun dan nggak sedikitpun dia datang nengokin kamu. dari sebelum kamu hamil dan sekarang kemarin kan dia juga nggak datang kan? udah kamu ikhlasin aja. Mas ini masih mampu hidup ini kamu sama anak-anak kamu. ibuk juga masih bisa kok bantu kalian. Ibu juga masih kuat kok buat Nopang kamu sama aak anak. kamu masih muda di nggak perlulah seperti itu. masih banyak laki-laki lain yang lebih baik daripada Dimas. masih yakin kamu pasti bisa, "ujar dewok menguatkan Kinan.
"Mas bener banget Masih banyak orang yang lebih baik dari Mas Dimas. hanya saja kini cuman berharap semoga Mas Dimas datang dan nengokin aku dan anak-anak sekali aja. ini nggak sedikitpun bahkan gak ada kabar. mbak Erma juga nggak tahu kabarnya. aku bener-bener rasanya ah entahlah,"kata Kinan berkeluh kesah.
"Sudahlah Dek ikhlaskan saja semuanya sama Allah. mungkin ini sudah Garis hidup kamu. kamu yang ikhlas. anak-anak butuh kamu. Apalagi Si adik bayi udah kasih nama belum? Kamu pasti kuat menjalani ini semua. mas yakin kamu bisa buat menjalaninya. jaga baik-baik kesehatan kamu Kinan anak-anak masih kecil dan sangat membutuhkan kamu. jangan sampai kamu darah tinggi kamu kumat lagi. kemarin bener-bener bikin kaget kok bisa bisa kamu punya darah tinggi. yang sampai itu terjadi lagi jaga benar-benar badan kamu kesehatan kamu anak-anak masih sangat membutuhkan kamu, "ujar Dewok mengingatkan.
"Iya Mas aku tahu kok. aku bakal jaga kesehatan buat anak-anak. mereka memang masih sangat membutuhkan aku apalagi si bayi Karena aku belum kasih nama Mas maunya sih namanya Beni," Kinan tersenyum.