21. Kepanikan dan Kemarahan

2631 Kata

Matahari sudah tenggelam. Private Party dimulai. Kini taman belakang rumah berubah menjadi tempat hiburan malam. Sanak keluarga Martin maupun Lisa sudah tidak ada. Tentu saja hanya tinggal para sahabat saja. Lisa masih tidak sanggup membiasakan diri di tengah-tengah riuhnya musik DJ dan aroma alkohol. Dia memakai gaun malam elegan panjang berwarna hitam, senada dengan jas yang dipakai Martin. Dia sangat mengenali bartender yang menangani meja bar dadakan. Seorang pria yang muncul di mimpinya kala itu. Beberapa kali orang itu tampak mengedipkan mata padanya. Bukannya membalas senyuman, ia takut kedipan itu bermakna ganda. "Apa jangan-jangan Martin benar? Aku menyakiti hati seseorang? Lalu dia berusaha membunuhku?" ucapnya pelan sambil duduk di salah satu bangku taman yang paling jauh dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN