22. Kebingungan dan Ketakutan

2111 Kata

Tap. Tap. Tap. Lari. Lari. Lari. Lisa terus berlari melewati lorong yang menyambungkan taman belakang dengan ruang keluarga. Dia berhenti disana melihat para pelayan terkapar di mana-mana. Suasana mengerikan itu membuat bulu tengkuknya berdiri. Hening sekali. Dia sempat ingin memeriksa keadaan Bibi Rosie yang tengkurap tak jauh dari sofa ruang tengah. Sayang, suara Ethan di kejauhan mengurungkan niatnya. Ia mencari s*****a yang dimaksud Martin di laci meja dengan tergesa-gesa. “Mana sih ...” gumamnya takut. Dia berkali-kali menoleh ke pintu masuk berharap Ethan masih belum mengetahui dirinya. Dia mengedarkan pandangan ke sekuruh ruangan. Mempersiapkan rute pelarian daurat. Tentu, ada sebuah jendela lumayan besar, tidak ada jeruji besinya. Tubuhnya jelas muat saat melarikan diri le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN