Martin dan Lisa makan di sofa sembari menonton televisi. Mereka lebih akrab ketimbang tadi pagi. Bersenda gurau dan menggelitiki satu sama lain. Rasanya tidak percaya kalau pasangan ini bertengkar hebat beberapa jam silam. “Jangan main kabur lagi ya— aku hampir menangisimu loh,” goda Martin sambil mengupas sebuah apel. Ia mengirisnya sangat rapi di piring kecil atas meja. Lisa meraba paha Martin yang hanya terlapisi celana pendeknya, “masa sih, Sugar Daddy-ku bisa nangis?” “Aku senang mendengar rayuanmu lagi, Sayang, so hot and sexy,” balas Martin menggigit irisan apel dengan gigi seri. Lalu menyodorkannya pada sang istri. Tanpa disuruh, Lisa mengetahui maksudnya. Ia mengigit sisa irisan apel itu. Lalu mengecup singkat bibir Martin. “Begini'kan seru—” bisik Martin mengunyah apelnya, “

