"Jadi, apa aku boleh tahu-masalahnya?" tanya Noah setelah hampir setengah jam mengemudikan mobil dengan istri tuannya di kursi sebelah. Lisa memalingkan wajah keluar jendela. Dia cukup tenang saat memandang jalanan ramai kota. Asalkan tidak melihat Martin, hatinya terasa tenang. "Nggak apa-apa," jawabnya lemas. Noah sedikit ragu-ragu, "ada masalah'kan? kenapa aku harus menjemputmu saja? Kita meninggalkan Martin-" "Dia akan membatalkan pernikahan kami, sudah tidak ada pernikahan, sudah cukup, tidak usah tanya lagi, tolong antar aku ke apartemenku." "Sebentar," Noah menenangkan keadaan dengan bersuara sangat lembut. Dia sesekali menoleh pada Lisa, "tiga hari, kalian'kan baru menikah tiga hari, bahkan belum resepsi. Ada apa?" "Dia selingkuh." "Iya kalau itu-" Noah tidak bisa berkata ap

