Ternyata Yuri berada dalam kendali Vaka. Kini kesadarannya tentang sikap alamiahnya dibekukan sementara oleh mantra Vaka. Zean mundur beberapa langkah karena bila mata Yuri yang mulanya bergerak-gerak menjadi tenang dan tatapannya kosong. Vaka tertawa kejam. Baik Mou Lizar maupun Roujia sudah siap menyerang jika Vaka berbuat onar. Mereka berdecak karena situasi tidak memungkinkan mereka untuk bergerak entah itu lari atau bertindak menyerang. Pengemis itu berhasil menjauh dari Vaka meskipun tidak bisa lari dari lingkaran perisai. Dia bersembunyi di balik pohon dekat Mou Lizar dan Roujia. "Hahahaha! Lihatlah apa yang aku perbuat, Zean. Nikmatilah siksaan dari gadismu sendiri." desis Vaka tajam. Dia mendekatkan diri pada telinga Yuri dan Yuri diam saja. Membisikkan sesuatu yang masih bisa d

