Meraba biji pohon yang mulanya berbentuk bulat tidak beraturan yang sekarang terasa berbeda. Ada lubang di tengahnya. Jarinya bahkan bisa memasuki lubang itu. Sontak Zean menarik tangannya memperlihatkan biji pohon itu. "Ha?!" mereka semua tersentak. Tangan Zean bergetar. Rahang Mou Lizar hampir terjatuh. Mata Yuri dan Roujia melebar. Sebuah cincin berwarna merah pucat berada di tangan Zean. Namun, dia sanga rentan. Teksturnya tidak keras seperti biji sebelumnya. Jika ia ditekan sangat keras pasti hancur. Tidak menduga jika Yuri telah banyak mempengaruhi perkembangan biji itu. Matanya berkaca-kaca. Air mata akan luruh segera. Rasa senang tidak bisa dibendung. Yuri membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan isakan tangis bahagia. Perlahan menyentuh cincin itu dengan tangan yang gemetar p

