Siang berubah senja. Waktu yang sempurna untuk melanjutkan perjalanan. Roujia dan Mou Lizar heran karena Yuri mengarah ke perbatasan negeri terdekat. Di sana tidak ada pemukiman. Hanya hamparan rumput begitu luas. Tidak mengerti kenapa mereka tidak menjumpai sebuah benteng ataupun gerbang perbatasan masuknya sebuah negeri. Mereka terus berjalan di hamparan luas itu dan tidak tahu arah. Matahari di ujung barat lah yang menjadi penuntun jalan. Lalu, ketika hari semakin menjelang petang terdengar samar-samar suara riuh dari barat. Mereka sempat mengira di sanalah sebuah negeri baru berada. Namun, dugaan mereka salah. Sudah tiba di tempat itu dan ternyata sebuah tempat persinggahan yang sangat besar terdapat di sana. Penginapan, pasar, tempat makan, perawatan hewan peliharaan, semua ada di s

