Juan mengembuskan napasnya, ia bosan karena terus-terusan berada di dalam kamarnya. Matanya bergerak liar, mencari hal yang bisa dilakukannya. Ia tak boleh keluar kamar, ada Ava yang pasti sedang duduk di ruang tengah sembari menonton sinetron kesukaannya. Drrtt... drrtt... Ia melirik sebentar ke arah ponselnya yang bergetar di atas meja belajarnya. Jeane Aerviely is calling... "Hn?" gumamnya sebagai respons ia menjawab panggilan itu. "Ju, lo masih sakit? Parah nggak? Perlu dibawa ke rumah sakit lagi nggak? Ada tulang lo yang patah atau tertinggal di jalan? Gue pungutin deh sekarang kalo ada yang tertinggal. Siapa tau belum diambil orang." Juan menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga, ia tak ingin mengalami tuli di usia muda. "Nggak," jawabnya singkat membalas semua pertanyaan Jea

