Juan menarik tangan Jeane memasuki villa yang diberikan Aurel untuk Juan dan Jeane tinggali. Merasa genggamannya di lengan Jeane kurang pas, Juan beralih menggenggam telapak tangan Jeane. Jeane menatapnya bingung. Dengan ragu, ia membalas genggaman tangan dari Juan. Namun tak lama setelahnya, Juan melepaskan genggamannya dan mulai mengacak-acak rambut Jeane, membuat si empunya rambut tampak kesal. Ia segera menarik pinggang Jeane untuk lebih dekat dengannya. "Gue gak mau ada jarak lagi di antara kita," bisik tepat di telinga Jeane. Jeane bergeming. Tak mengira Juan bisa berbicara manis. "Lo kok jadi sok sweet gini sih, Ju?" cetusnya membiarkan tangan laki-laki itu memeluk pinggangnya dari belakang. Juan mengangkat bahunya cuek. "Gue hampir aja kehilangan lo," katanya kesal. "Untung lo

