Jeane memusatkan pandangan matanya lurus ke layar kaca televisi yang tengah menampilkan tayangan film action. Mulut gadis itupun tak berhenti mengunyah keripik pedas yang dibelikan Juan untuknya. Ia mengabaikan sepenuhnya kehadiran Juan yang baru menduduki tempat kosong di sebelahnya. Cowok itu kembali menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan Jeane. Matanya memandang malas ke layar ponsel di tangannya. "Lo gak jadi mau ditraktir makan?" pancing Juan. Ia gerah, karena merasa tak dianggap oleh Jeane. Jeane menundukkan kepalanya, memandang Juan yang juga menatapnya intens. Ia mendorong kepala Juan dari atas pangkuan lalu berlari memasuki kamarnya. "Ayo!" Jeane berdiri di samping Juan dengan pakaian yang lebih modis dari biasanya. Juan menatapnya heran, mengangkat sebelah alisnya tanda bing

