Bab 43

1200 Kata

Empat orang yang sedang duduk semeja itu, hanya saling mendiami tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mereka duduk dengan tenang, ditemani suara dentingan sendok dan piring akibat aktivitas mereka saat ini. "Juan," panggil Vendi seusai menyelesaikan makan malamnya. "Sabtu nanti, kamu ikut Papa pindah ke Belanda. Saya sudah mendaftarkan kamu di sekolah Bisnis terkemuka di sana." Juan menghentikan gerak tangannya yang hampir menyendokkan nasi ke dalam mulutnya. Ia meletakkan sendok itu seraya menatap Vendi dengan tatapan penuh tanya. Juan enggan bertanya, bibirnya tetap terkunci rapat. Berbagai spekulasi dan pertanyaan mondar-mandir di dalam pikirannya, tapi ia tetap tak berniat menyuarakan satu pertanyaan pun. Untuk apa ia bertanya atau menolak? Ia tahu pasti, Ayahnya sudah mengatur semua h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN