Juan mendelik kesal pada Cia yang terus cekikikan. Gadis itu tetap tertawa ketika melihat wajah Juan. Ekspresi Abangnya tadi, sangat menghibur untuknya. Sangat jarang baginya menemukan mimik kaget di wajah Juan, apalagi kaget karena tingkahnya. Seingatnya, Juan belum pernah terkejut karenanya. "Lo pikir siapa tadi, Bang? Astaga, muka lo...," tukas Cia di sela-sela gelak tawanya. "Ups... okay. Gue gak ketawa lagi. Jangan pelototin gue terus, Bang. Gue kan jadi salting gegara diliatin mulu sama cogan. Lagian mata lo itu nyeremin banget, gak ada unyu-unyunya," lanjutnya seraya menahan tawanya dengan susah payah. Ia tak ingin dimarahi Abangnya karena berani menertawainya tanpa berhenti. Walaupun pada kenyataan, Juan tak pernah memarahinya sekalipun. Abang tirinya tersebut sangat menyayangin

