Leta kembali menjemput Juan hari ini. Ada hal penting lainnya yang mau ia sampaikan. Hampir setengah jam ia menunggu anak kandungnya tersebut. "Ke mana dia?" gumamnya sembari melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Matanya melebarkan kala mendapati Juan berjalan keluar gerbang sekolah. Cowok itu tak sendiri, ada beberapa orang yang menemaninya. Leta menyipitkan matanya saat salah satu dari teman anaknya menyerang Juan. Ia berlari mendekat ketika Juan tak lagi tampak akibat dikerumuni oleh orang-orang yang menemaninya tadi. "JUAN!" pekik Leta terkejut. Juan tak lengah, walaupun panggilan dari Leta tadi sedikit mengusik konsentrasinya. Ia tak ingin mati babak belur karena dikeroyok. "SUDAH-SUDAH, JANGAN PUKULI JUAN LAGI!" teriak Leta. Ia tak bisa memasuki kerumunan te

