Jeane menatap sendu dari dinding kaca ruang inap Juan. Ia bisa melihat bagaimana Juan merespons setiap tingkah laku dan perkataan dari Farah. "Lo bahkan gak inget gue sama sekali, Ju. Segitu sayangnya lo sama dia? Lalu kenapa lo minta gue jadi pacar lo?" gumamnya seraya bergegas pergi. Ia tak ingin terus-menerus menatap pemandangan yang membuat hatinya sesak. "Padahal gue... gue...." Jeane tak dapat meneruskan kalimatnya, air matanya turun membasahi pipinya. Ia berhenti berlari di taman rumah sakit, dan merosotkan tubuhnya di sebuah pohon yang berdiri kokoh di tepi danau. 'Lo gak boleh nyerah, Jeane. Gue bakal bantuin lo, di luar fakta gue masih suka sama Farah... gue orang pertama yang paling ngedukung lo sama Juan.' Suara Thunder bermain di kepalanya. "Gue gak boleh nyerah... lalu, g

