Hari Jumat, Jeane membolos sekolah. Ia ingin menjenguk Juan di rumah sakit. Hari ini juga, Juan sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, tetap tak bisa beraktivitas berat. Cowok itu masih harus berada di bawah pengawasan orang-orang di sekitarnya. Jeane mendorong pelan pintu ruang inap Juan. Ia dapat merasakan pandangan mata heran yang dilayangkan Juan terhadapnya. "Hai, Juan," sapa Jeane menahan gejolak sakit hati yang dirasakannya, ia berjalan perlahan menghampiri ranjang Juan. "Hn," respons Juan dingin. 'Tenang, Jeane. Anggap aja lo lagi ngadepin Juan yang dulu.' "Ju, lo udah siap pulang ke rumah hari ini?" ucap Jeane dengan ramah. "Ya... lo siapa?" Pertanyaan tersebut membuat Jeane ingin menangis pilu. "Kita kenalan aja dulu, Ju...." Jeane mengulurkan tangannya yang tak disam

