88. Menghajar Preman

1002 Kata

Sepanjang perjalanan kembali, Sharon mengumpat. Rasa ketidaksukaan pada Hans semakin bertambah setelah pembicaraan mereka. Dia tidak habis pikir, di mana Hans mempergunakan otaknya dengan benar sampai tidak bisa melihat kebenaran di depan mata. Dia bahkan tidak bisa melihat jika Ambar dan sang ibu adalah pelaku utamanya. “b******k … b******k …” Sharon mengumpat di dalam mobil yang sejak tadi diparkirnya di tepi jalan. Dia berusaha untuk meluapkan emosinya. “Tok … tok … Tok …” Suara ketukan kaca jendela mobil terdengar membuat Sharon melirik kea rah luar dan melihat beberapa pria yang telah mengelilingi mobilnya. “Apa yang akan mereka lakukan lagi, coba,” umpat Sharon sambil membuka kaca mobilnya. “Ya, ada apa, ya?” tanya Sharon dengan nada pelan. Namun, pertanyaan Sharon tidak dijawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN